Surabaya, Jelajahpenanews. Com – 08 Oktober 2026 – Suasana reses Anggota DPRD Kota Surabaya, Komisi D, Drs. H. Imam Syafi’i, S.H., M.H, di RW 04 Bubutan Kulon, Kelurahan Bubutan, Kecamatan Bubutan, berlangsung dengan dialog yang cukup menarik.
Bukan hanya menyampaikan usulan pembangunan lingkungan, warga justru membawa persoalan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari, yakni mengenai data Desil.
Persoalan tersebut menjadi perhatian warga karena adanya kondisi di mana data yang tercatat dinilai belum tentu menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat yang sebenarnya.
“Data Kami Kok Begini?”
Salah seorang warga, Bapak Amir, menyampaikan keresahannya dalam forum reses tersebut.
Menurut Amir, Ketua RW. 04 Bubutan Kulon, Kelurahan Bubutan. Kecamatan Bubutan, masyarakat membutuhkan kejelasan mengenai data Desil, terutama apabila kondisi yang tercatat tidak sesuai dengan keadaan warga yang sebenarnya.
«“Kami berharap ada pengecekan kembali di lapangan. Kalau kondisi warga sebenarnya berbeda dengan data yang ada, kami berharap ada mekanisme untuk melakukan klarifikasi dan pembaruan,” ujar Amir.»
Bagi warga, persoalan ini bukan sekadar angka atau kategori dalam sebuah data. Data tersebut dapat berkaitan dengan berbagai program sosial pemerintah, sehingga akurasi pendataan menjadi sesuatu yang sangat penting.
Warga Ingin Pendataan Lebih Transparan
Warga berharap proses pendataan dilakukan secara cermat dan terus diperbarui mengikuti perubahan kondisi masyarakat.
Sebab, kondisi ekonomi sebuah keluarga dapat berubah sewaktu-waktu. Ada yang sebelumnya berkecukupan kemudian mengalami penurunan pendapatan, begitu pula sebaliknya.
Karena itu, warga berharap tersedia ruang komunikasi dan mekanisme yang mudah dipahami apabila masyarakat menemukan ketidaksesuaian pada data mereka.
Imam Syafi’i Dengarkan Langsung Keluhan Warga
Mendengar aspirasi tersebut, Imam Syafi’i menampung keluhan warga dan menjadikannya sebagai bagian dari aspirasi yang perlu mendapat perhatian.
Forum reses tersebut menjadi kesempatan bagi warga untuk menyampaikan persoalan secara langsung kepada wakil rakyat, termasuk mengenai hal-hal administratif yang selama ini mungkin belum mendapatkan ruang pembahasan secara terbuka.
Persoalan Desil selanjutnya diharapkan dapat dikomunikasikan dengan pihak dan instansi terkait sesuai kewenangannya.
Dari Bubutan Kulon, Warga Berharap Ada Solusi
Bagi warga RW 04 Bubutan Kulon, reses bukan sekadar kegiatan seremonial. Mereka berharap suara masyarakat yang disampaikan secara langsung dapat menjadi bahan untuk mencari solusi atas persoalan yang mereka hadapi.
Persoalan Desil pun menjadi pengingat bahwa akurasi data masyarakat merupakan bagian penting dalam memastikan program pemerintah dapat diterapkan sesuai ketentuan dan kondisi masyarakat.
Reses Imam Syafi’i di Bubutan Kulon akhirnya menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat—tempat warga menyampaikan persoalan secara langsung dan berharap ada tindak lanjut nyata.
“Suara Kampung, Cerita Warga, Berita yang Bicara.”








