Blitar, Jelajahpenanews. Com – Kamis (07/05/2026) — Pelayanan di Pengadilan Negeri Blitar kembali menuai sorotan. Sejak pagi, puluhan warga yang datang untuk menjalani persidangan terpaksa menunggu tanpa kepastian waktu sidang dimulai.
Ruang tunggu pengadilan dipenuhi masyarakat yang duduk berjam-jam sambil menanti panggilan. Sebagian terlihat kelelahan, sebagian lain mulai meluapkan kekecewaan karena tak ada informasi jelas dari pihak pengadilan.
Ironisnya, para pencari keadilan itu datang tepat waktu sesuai jadwal yang tercantum dalam surat panggilan sidang. Namun hingga siang hari, agenda persidangan belum juga berjalan normal.
“Dari pagi kami di sini, tapi tidak ada kejelasan. Sidang kapan dimulai juga tidak tahu,” ujar salah satu pengunjung dengan nada kesal.
Situasi tersebut memunculkan kritik terhadap buruknya pelayanan informasi di lingkungan pengadilan. Di tengah tuntutan reformasi birokrasi dan pelayanan publik berbasis kepastian, masyarakat justru dibuat menunggu tanpa arah.
Tak sedikit warga yang mengaku harus meninggalkan pekerjaan demi menghadiri sidang. Ada yang datang dari luar kota, ada pula yang rela menutup usaha harian agar tidak dianggap mangkir dari persidangan.
Namun pengorbanan itu seolah tak dihargai. Pengunjung mengeluhkan minimnya penjelasan dari petugas terkait keterlambatan sidang. Bahkan sebagian warga mengaku hanya mendapat jawaban normatif tanpa kepastian waktu.
“Kalau sidang terlambat, ya sampaikan secara terbuka. Jangan masyarakat dibiarkan menunggu seperti ini,” keluh pengunjung lainnya.
Fenomena sidang molor memang bukan hal baru. Namun ketika keterlambatan terjadi tanpa sistem informasi yang jelas, publik menilai kondisi itu mencederai rasa keadilan masyarakat.
Pengadilan yang seharusnya menjadi tempat masyarakat mencari kepastian hukum justru dinilai gagal memberikan kepastian pelayanan paling dasar: kepastian waktu sidang.
Hingga berita ini ditulis, pihak Pengadilan Negeri Blitar belum memberikan keterangan resmi terkait molornya jadwal persidangan maupun penyebab keterlambatan yang membuat para pencari keadilan terlantar sejak pagi.








