#SAFARI DAKWAH USTADZ MUJIMAN DARI BANTUL YOGYAKARTA di SURABAYA dan SIDOARJO, MENGUATKAN UKHUWAH dan MENCERAHKAN PEMAHAMAN KEISLAMAN

Red JPN

Sidoarjo, Jelajahpenanews. COM – 11 Juli 2026 – Ratusan jamaah mengikuti rangkaian Safari Dakwah Ustadz Mujiman, mubaligh dan guru di lingkungan sekolah Muhammadiyah asal Bantul, Yogyakarta, yang digelar di Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo pada Sabtu (11/7/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh KALIMAS (Kajian Lintas Masjid) ini berlangsung khidmat, penuh semangat, dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat sekitar.

Rangkaian safari dakwah diawali dengan Kajian Dhuha di Masjid Muhajirin Manyar Tompotika, Surabaya*, mengangkat tema *”Khilafiyah yang Mencerdaskan: Adab Berbeda Pendapat dalam Islam.”* Dalam kajiannya, Ustadz Mujiman mengajak umat Islam memahami bahwa perbedaan pendapat dalam persoalan ijtihadiyah furuiyah merupakan bagian dari khazanah keilmuan Islam yang harus disikapi dengan ilmu, akhlak, dan sikap saling menghormati, bukan menjadi penyebab perpecahan.

Pada sore harinya, ba’da shalat Ashar, Safari Dakwah berlanjut di Masjid Al Ikhlas Delta Sari Indah, Sidoarjo, dengan tema “Mengenal Manhaj dan Ciri-ciri Ahlussunah wal Jama’ah.” Dalam kesempatan tersebut, beliau menjelaskan pentingnya memahami manhaj yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman para ulama yang lurus, sehingga umat memiliki pegangan yang benar dalam menjalankan ajaran Islam.

Sebagai seorang pendakwah, tokoh, sekaligus pendidik di lingkungan Muhammadiyah, Ustadz Mujiman dikenal luas karena gaya penyampaiannya yang sederhana, aplikatif, dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan masyarakat. Dalam menyampaikan materi dakwah, beliau juga kerap mengacu pada referensi dan keputusan Majelis Tarjih Muhammadiyah sebagai salah satu rujukan dalam menjelaskan persoalan-persoalan fikih kontemporer.

Di setiap kajiannya, Ustadz Mujiman senantiasa menekankan pentingnya menjaga persatuan umat, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menghindari sikap saling menyalahkan hanya karena perbedaan manhaj maupun latar belakang organisasi kemasyarakatan Islam. Menurutnya, selama berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah, umat Islam harus mengedepankan sikap saling menghormati dan bekerja sama dalam kebaikan.

Beliau juga mengingatkan pentingnya memurnikan akidah dengan menjauhi berbagai praktik yang bertentangan dengan ajaran Islam, seperti tahayul, bid’ah, dan khurafat (TBC), serta mengajak umat untuk terus meningkatkan kualitas ibadah, akhlak, dan kepedulian sosial.

Safari Dakwah ini diprakarsai oleh KALIMAS (Kajian Lintas Masjid) yang dimotori oleh Ustadz Jarot Ilusya, Ustadz Adip, Ustadz Kadar Rachman, Gus Roni, Gus Nur Hidayat, Abah Haji Fadli, dan Habib Helmi. Melalui kegiatan ini, KALIMAS terus berkomitmen menghadirkan kajian-kajian Islam yang menyejukkan, moderat , mencerahkan, dan memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.

Panitia KALIMAS menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Takmir Masjid Muhajirin Manyar Tompotika Surabaya dan Masjid Al Ikhlas Delta Sari Indah Sidoarjo atas dukungan dan kerja sama sehingga rangkaian Safari Dakwah dapat berlangsung dengan lancar dan sukses.

Antusiasme jamaah terlihat sepanjang kegiatan. Peserta mengikuti kajian dengan penuh perhatian, aktif menyimak materi yang disampaikan, serta berdiskusi pada sesi tanya jawab. Besar harapan, Safari Dakwah ini mampu memperluas wawasan keislaman yang benar di masyarakat, memperkokoh ukhuwah Islamiyah, dan menjadi sarana memperkuat semangat berdakwah dengan hikmah, ilmu, amal serta akhlak yang mulia.

Bagikan