Jakarta. Jelajahpenanews. Com – Hmm.. lagi bayangin Rocky Gerung debat silogisme, Mas Qodari pusing ngetik notulensi, disaksikan Paman Anwar Usman, sambil ditraktir makan siang sama Babah Alun…
🏛️☕ Lucu-lucuan Akhir Pekan ….
Jangan terburu-buru kaget bin terperangah kalau membaca susunan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang baru saja resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara ya Guys!
Publik dan warganet langsung heboh berjamaah. Bagaimana tidak?
Di pucuk pimpinan ada duet teknokrat ulung Pak Pratikno bersama Pak Hatta Rajasa, dengan Mas M. Qodari sebagai juru catat alias Sekretaris. Tapi begitu menengok deretan 26 anggotanya… astaga naga, spektrumnya dari ujung barat kutub logika sampai ujung timur jagat raya tumplek blek jadi satu di ruangan ber-AC yang sama!
Ada sang jawara pengkritik akal sehat Rocky Gerung, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pakar hukum bersuara gelegar Margarito Kamis, bos jalan tol Babah Alun Jusuf Hamka, konglomerat Chairul Tanjung dan Dato’ Sri Tahir, jenderal intelijen Budi Gunawan, mantan dirut kereta api Ignasius Jonan, sampai barisan penyejuk iman sekelas Prof. Quraish Shihab dan Ibu Shinta Nuriyah Wahid!
Sungguh implementasi politik “Tenda Besar” yang saking akbarnya, pasak tendanya hampir nyenggol satelit orbit! 🥺🎪✨
🎨 Visual Menggemaskan di Ruang Sidang: 👀😁
Coba visualisasikan adegan rapat perdana Wantimpres secara jernih tanpa ada gangguan ilusi optik:
Di meja depan, Mas Muhammad Qodari duduk rapi dengan laptop dinas menyala dan jemari gemetar memegang pulpen sekretariat. Tugas utamanya? Menulis notulensi resmi!
Bayangkan beban batin Mas Qodari ketika di hadapannya berdiri Bung Rocky Gerung dengan setelan jas necis—setelah kemarin celetuk santai di gerbang Istana: “Ini gua ada acara radical break, udah!”.
Bung Rocky mulai angkat bicara: “Saudara Notulis, tolong catat dengan huruf kapital tebal: kebijakan subsidi pupuk ini mengalami kerapuhan epistemologis dan sesat pikir silogisme!”.
Mas Qodari yang biasa menganalisis kurva elektoral dan diagram pie chart survei langsung garuk-garuk kepala: “Bentar Bung Rocky, ini mau dimasukkan ke kolom lampiran atau kolom doa penutup rapat?!”. Benar kata warganet di medsos: kayak ayam jago ketemu babi hutan dalam satu kurungan emas kebangsaan! 🤣🐓🐗
Di tengah meja, Pak Pratikno sebagai Ketua cuma bisa mengelus dada sambil mengetuk palu sidang pelan-pelan: “Mohon tenang Bapak-Bapak yang terhormat… ini ruang pertimbangan presiden, bukan panggung ILC atau studio Rakyat Bersuara…”. Sementara di sebelahnya, Pak Hatta Rajasa tersenyum teduh penuh wibawa—sebagai senior yang sudah khatam asam garam birokrasi—sambil menatap langit-langit ruang rapat dengan tatapan sabar tiada tara!
📸 Flashback CLBK Politik & Paman yang Duduk Manis
Kalau urusan dinamika politik, Pak Prabowo memang sutradara terbaik urusan plot twist:
CLBK Abadi Bareng Hatta Rajasa: Masih ingat seragam putih saku empat garuda merah di Pilpres 2014 silam? Dua belas tahun berselang, roda takdir berputar manis. Pak Hatta dipanggil kembali mendampingi Presiden sebagai Wakil Ketua Wantimpres. Begitu dilantik, jawaban Pak Hatta langsung taktis dan bikin adem: “Berdasarkan undang-undang, nasihat ke Presiden itu rahasia negara, jangan ditanya-tanya!”. Singkat, padat, dan anti-bocor!
Paman Anwar Usman Duduk Tenang: Mantan Ketua MK yang putusan legendarisnya membuka karpet merah bagi keponakannya melenggang ke kursi RI-2, kini resmi duduk melingkar di satu ruangan. Saat wartawan mencegat di lorong istana soal perkara sengketa hukum di MK, sang mantan ketua langsung pasang jurus pamungkas: “Enggak mau mengintervensi dan enggak mau diintervensi oleh siapa pun!”. Beres!
Bayangkan jika di tengah rapat, Rocky Gerung mulai menyindir etika mahkamah, lalu Bang Margarito Kamis langsung menyela dengan gestur tangan khas Maluku Utaranya yang berapi-api: “Eee tunggu dulu Saudara Rocky! Secara hukum tata negara positif, itu sudah inkrah bin konkret!”. Pak Pratikno dijamin langsung meminta pramusaji mengantar kopi espresso dobel untuk menurunkan tensi perdebatan! ☕💥
🏢 Konsorsium Konglomerat vs Doa Mustajab Para Ulama
Ruang Wantimpres 2026 ini kalau dihitung dari nilai kapital dan bobot spiritualitasnya, dewan penasihat Gedung Putih Amerika Serikat pun pasti sungkem minder:
Faksi Sultan Dompet Tebal: Ada Chairul Tanjung si Anak Singkong, Dato’ Sri Tahir sang bos Mayapada, Babah Alun Jusuf Hamka raja konsesi jalan tol, hingga Pak Ignasius Jonan yang bertangan besi. Kalau negara sewaktu-waktu pusing kekurangan dana talangan jalan tol atau likuiditas mendesak, para dewan penasihat ini tinggal colek saku kemeja: “Tenang Pak Presiden, tol lintas pulau kita beton sekarang, tagihannya belakangan, makan siang para anggota sidang biar saya yang traktir!”.
Faksi Jam Terbang Intelijen & Parlemen: Ada Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan, Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, Letjen TNI (Purn) Ida Bagus Purwalaksana, mantan Gubernur Pakde Karwo (Soekarwo), Bamsoet (Bambang Soesatyo) sang ketua parlemen senior, Jusuf Wanandi dari CSIS, hingga jenderal senior Djamari Chaniago/Mohamad Hatta. Mereka duduk tenang di pojok ruangan, tatapan dingin menganalisis pergerakan geopolitik dunia sambil memastikan stabilitas keamanan nasional tetap terjaga tanpa riak.
Faksi Penyejuk Jiwa dan Nurani: Di sinilah letak berkah terbesarnya. Setiap kali perdebatan teoretis dan kalkulasi cuan mulai membakar ruangan, hadirlah sosok Ibu Shinta Nuriyah Wahid, Prof. Quraish Shihab, KH Said Aqil Siradj, Gus Yahya Cholil Staquf, KH Anwar Iskandar (MUI), Dr. Salim Segaf Al-Jufri, didampingi tokoh lintas iman seperti Budi Tanuwibowo (Matakin), Philip Kuncoro Wijaya (Walubi), dan Pdt. Jacky Manuputty (PGI). Para sesepuh bangsa ini cukup berdeham lembut: “Istighfar bapak-bapak sekalian… mari kita luruskan niat demi kemaslahatan rakyat kecil.” Seketika ruang sidang langsung berubah hening, sejuk, dan syahdu laksana majelis doa akbar!
🎒 Reality Check Buat Netizen yang Hobi Baku Hantam di Medsos
Pemandangan langka ini sekaligus menjadi cermin reflektif paling menohok bagi warganet yang hobi debat sampai urat leher putus di media sosial:
”Lihat baik-baik, Guys! Tokoh-tokoh yang dulu bikin kalian saling unfriend di Facebook, saling hujat di X, dan berantem di grup WhatsApp keluarga—yang satu pengkritik paling vokal, yang satu pembuat survei kemenangan, yang satu mantan hakim pemutus perkara—sekarang semuanya duduk satu meja di Istana Negara, tertawa bareng, dan resmi digaji negara untuk memikirkan masa depan Republik!”
Kalian yang di kolom komentar masih sibuk melontarkan sebutan cebong, kampret, dan fufufafa… sudah minum air putih belum hari ini? 🤣 Jangan-jangan orang-orang yang kalian ributkan justru lagi saling mengoper piring jajanan pasar dan lontong cap go meh di ruang rehat Wantimpres!
☀️ Menatap Optimisme “Avengers” Nusantara
Melihat konfigurasi gado-gado super premium ini, alih-alih bersikap sinis, kita justru patut optimis dan tersenyum bangga:
Inilah puncak kedewasaan berdemokrasi. Pak Prabowo tampaknya sengaja tidak ingin dikelilingi oleh barisan penasihat yang cuma bisa mengangguk dan bilang “Asal Bapak Senang”.
Semua spektrum dirangkul ke dalam satu wadah. Jika sebuah rancangan kebijakan pemerintah sudah diuji logikanya oleh Rocky Gerung, dibedah konstitusinya oleh Anwar Usman dan Margarito, dihitung kelayakan investasinya oleh CT dan Tahir, ditakar ketertibannya oleh Jonan, diamankan radarnya oleh Budi Gunawan, serta ditimbang moralnya oleh Prof. Quraish Shihab dan Ibu Shinta Nuriyah… maka insya Allah kebijakan yang keluar akan sangat matang lahir dan batin!
Mari kita kawal bersama kinerjanya sambil menyeruput kopi hangat dan lemper ayam.
Semoga perdebatan di ruang sidang Wantimpres bukan cuma bikin tebal notulensi Mas Qodari, tapi benar-benar menghadirkan gagasan brilian demi kejayaan Nusantara! ☕
Pantun ala Lebah begantong dulu
Buah duku dari Palembang
Manis rasanya penyejuk dahaga
Beda pendapat tak usah perang
Bila bersatu membela bangsa
Salam sayang dan senyum ngakak dari sudut meja belajar,
Bu Guru 🌹
#Wantimpres #PrabowoSubianto #RockyGerung #Qodari #AnwarUsman #HattaRajasa #Pratikno #BabahAlun #TendaBesar #PolitikRangkul #BuGuruBicara








