“Membangun Indonesia untuk Kejayaan Nusantara” : BEDAH BUKU DAN SARASEHAN Wujud Komitmen Brojo Wahni Nusantara

Red JPN

​SURABAYA , Jelajahpenanews. Com — Semangat pelestarian budaya dan refleksi kebangsaan mengema di Kota Pahlawan. Paguyuban pelestarian budaya Brojo Wahni Nusantara sukses menggelar acara bedah buku dan sarasehan bertajuk “Membangun Indonesia untuk Kejayaan Nusantara” di Banyu Milli Angkringan, Manukan, Surabaya, pada Minggu (1/11/2026).
​Acara yang memadukan diskursus pembangunan nasional dan pelestarian warisan leluhur ini dihadiri oleh kalangan pelaku spiritual, pemerhati budaya, serta para penggemar dan kolektor benda pusaka dari berbagai daerah di Indonesia.

​Menantang Status Quo Pembangunan Nasional

​Sebagai daya tarik utama, bedah buku ini menghadirkan langsung sang penulis, Sri Harjono, yang hadir dari Jakarta sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, inti sari dari buku tersebut menantang status quo yang ada dan mengajak masyarakat serta pemangku kebijakan untuk menggeser fokus utama pembangunan.

​”Kami berharap buku ini bukan sekadar kritik, melainkan sebuah panduan taktis dan esensial bagi akademisi, pembuat kebijakan, serta siapa saja yang peduli pada masa depan dan kejayaan Nusantara,” ujar Sri Harjono di hadapan para peserta sarasehan.

​Buku ini mendorong pergeseran orientasi pembangunan—dari yang sebelumnya sekadar mengejar angka pertumbuhan ekonomi semata, menuju pembangunan manusia Nusantara seutuhnya yang berakar pada nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

​Brojo Wahni Nusantara dan Misi Pelestarian Pusaka

​Di sisi lain, acara ini juga menjadi momentum unjuk komitmen dari Brojo Wahni Nusantara, sebuah paguyuban pelestarian budaya yang berfokus pada edukasi, pelestarian, dan pameran benda pusaka tradisional Indonesia, khususnya keris.
​Komunitas ini secara aktif bergerak untuk mengubah stigma mistis yang kerap melekat pada keris di tengah masyarakat modern. Brojo Wahni Nusantara berupaya menggeser persepsi tersebut ke arah apresiasi seni, sejarah, serta nilai filosofi luhur yang dapat dicerna oleh generasi muda.

​Kiprah dan Fokus Utama Paguyuban:

​Pameran Pusaka Berkala: Secara rutin menginisiasi pameran keris dan senjata tradisional nusantara di berbagai wilayah, menampilkan koleksi pusaka tua berusia ratusan tahun dari berbagai era kerajaan, mulai dari era Mataram hingga era Trunojoyo.

​Edukasi Generasi Muda: Memiliki misi utama mengenalkan keris sebagai mahakarya warisan budaya dunia yang telah diakui oleh UNESCO agar tetap lestari dan tidak hilang ditelan zaman.

​Wadah Kolaborasi Budaya: Menjadi ruang berkumpul yang inklusif bagi para kolektor, pemerhati budaya, dan masyarakat umum untuk saling berbagi pengetahuan seputar perawatan, sejarah, hingga nilai estetika bilah pusaka Nusantara.

​Melalui sinergi antara gagasan pembangunan yang berakar pada manusia Nusantara dan aksi nyata pelestarian warisan budaya, acara ini diharapkan mampu memperkuat identitas bangsa serta merawat kejayaan Nusantara di era modern.
​(crt)

Bagikan