Putra Pejuang Hizbullah, Hidayatullah Masuk Bursa Ketua PCNU Sidoarjo

Red JPN

Rektor UMAHA itu membawa pengalaman di organisasi NU, pendidikan, dan kesehatan. Rancangan gagasannya menempatkan kemandirian organisasi serta pelayanan warga sebagai perhatian utama.

SIDOARJO, jelajahpenanews . Com — Nama dr. Hidayatullah, Sp.N., muncul dalam pemberitaan menjelang Konferensi Cabang XXII Nahdlatul Ulama Sidoarjo. Rektor Universitas Maarif Hasyim Latif (UMAHA) tersebut disebut sebagai salah satu figur yang diperbincangkan untuk kepemimpinan Tanfidziyah PCNU Sidoarjo mendatang.

Liputan Sidoarjo pada 26 Oktober 2026 memasukkan namanya dalam pembahasan bursa kepemimpinan tersebut. Pemberitaan itu belum memuat pernyataan langsung Hidayatullah mengenai kesediaannya maju maupun rincian dukungan organisasi.

Hidayatullah merupakan putra KH Munir Hasyim Latief, pendiri Yayasan Pendidikan dan Sosial Ma’arif (YPM) Sepanjang. Sang ayah dikenal sebagai tokoh NU dan pejuang yang terlibat dalam Laskar Hizbullah. Riwayat perjuangannya juga menjadi objek penelitian sejarah di lingkungan UIN Sunan Ampel Surabaya.

Hubungan keluarga dengan NU pernah diceritakan Hidayatullah ketika menerima penghargaan Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif dari Forkom Jurnalis Nahdliyin pada 2023. Ia mengenang pengalamannya sejak kecil mengikuti ayahnya menghadiri rapat dan kegiatan organisasi.

“Kenangan itu menjadi motivasi saya terus berkhidmat di NU, khususnya lewat jalur kesehatan,” tuturnya dalam pemberitaan Liputan6.com, 24 November 2023.

Dari ISNU ke pelayanan kesehatan

Pengabdian Hidayatullah dalam organisasi sarjana NU terdokumentasi sejak pelantikan pengurus ISNU Sidoarjo pada Agustus 2007. Dalam laporan NU Online saat itu, ia disebut sebagai ketua pertama organisasi tersebut di Kabupaten Sidoarjo.

Pada awal kepengurusannya, Hidayatullah mengemukakan rencana pendidikan kesehatan untuk pesantren, badan otonom, madrasah, dan sekolah NU. Ia juga merencanakan pembentukan koordinator kecamatan sebagai bagian dari penataan jaringan ISNU.

Perhatian terhadap pelayanan kesehatan kemudian terlihat dalam pekerjaannya di RSI Siti Hajar Sidoarjo. Saat menjabat direktur, ia meluncurkan aplikasi pendaftaran daring Porsi RSI Siti Hajar pada Februari 2018.

Layanan itu dirancang untuk membantu pasien memperoleh nomor antrean serta memilih dokter dan waktu pelayanan melalui telepon seluler. Dalam penjelasannya ketika itu, Hidayatullah menyebut keterlibatan aktivis muda NU yang memiliki keahlian teknologi informasi.

Pengalaman di bidang kesehatan juga membawanya memimpin Koordinator Wilayah Jawa Timur Konsultan Hukum Kesehatan dan Advokasi Rumah Sakit Seluruh Indonesia (KOHKARSSI) masa bakti 2026–2031. Ia dilantik di Surabaya pada 11 Juli 2026.

Dalam forum tersebut, Hidayatullah menekankan pentingnya pencegahan persoalan hukum, peningkatan pemahaman hukum kesehatan, serta perbaikan tata kelola rumah sakit. Pernyataan itu disampaikan dalam kapasitasnya sebagai Ketua KOHKARSSI Korwil Jawa Timur.

Enam agenda dalam rancangan gagasan

Dalam rancangan gagasan yang disiapkan untuk penjajakan kepemimpinan PCNU Sidoarjo, terdapat enam bidang perhatian: ekonomi umat, kemandirian organisasi, pendidikan dan kaderisasi, tata kelola kelembagaan, kesehatan, serta khidmah keumatan.

Bidang ekonomi mencakup pengembangan usaha, koperasi, dan jejaring antarpelaku usaha Nahdliyin. Sementara itu, kemandirian organisasi diarahkan pada penguatan pembiayaan dan pengelolaan aset yang dapat menopang kegiatan secara berkelanjutan.

Pada bidang pendidikan, perhatian diberikan kepada penguatan pesantren, madrasah, sekolah, perguruan tinggi, dan kaderisasi. Penguasaan teknologi serta kesiapan generasi muda menghadapi dunia kerja menjadi bagian dari arah pengembangannya.

Agenda kelembagaan menekankan administrasi yang tertib, keterbukaan pengelolaan, pembagian tanggung jawab, dan evaluasi program. Pelaksanaannya ditempatkan dalam tradisi musyawarah serta nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

Di bidang kesehatan, rancangan tersebut mencakup penguatan jejaring pelayanan dan perluasan akses bagi masyarakat kurang mampu. Adapun khidmah keumatan diarahkan pada kegiatan sosial dan pemberdayaan yang menjawab kebutuhan warga.

Rumusan itu masih memerlukan penjabaran mengenai prioritas, sumber pembiayaan, pembagian peran, dan ukuran keberhasilan. Penjelasan tersebut akan menentukan bagaimana gagasan dapat diterjemahkan menjadi pekerjaan organisasi.

Kemunculan nama Hidayatullah dalam bursa kepemimpinan PCNU Sidoarjo membuka pembahasan tentang pengalaman dan arah pengabdian yang ditawarkannya. Pernyataan langsung mengenai kesiapan maju serta penjelasan atas rancangan program akan menjadi perkembangan berikutnya yang penting bagi warga Nahdliyin.

Bagikan