Jakarta. Jelajahpenanews. COM – Ekonom asal Amerika Serikat, Steve Hanke, menyatakan nilai tukar rupiah saat ini berpotensi jauh lebih kuat apabila In FCdonesia menerapkan sistem currency board yang pernah ia rancang bersama Presiden Soeharto pada masa krisis ekonomi 1998. Melalui akun X pribadinya, Hanke menilai rupiah bisa memiliki kestabilan setara dolar AS apabila rencana tersebut tidak digagalkan.
Dalam unggahannya, Hanke menuding International Monetary Fund (IMF) telah menyabotase rencana penerapan currency board di Indonesia. “Seandainya IMF tidak menyabotase sistem currency board yang akan kami terapkan—Suharto dan saya—pada tahun 1998, rupiah tidak akan berada dalam kesulitan saat ini. Rupiah akan setara dengan dolar AS. Rupiah akan menjadi tiruan dari greenback,” tulisnya sambil membagikan foto dirinya bersama Soeharto. Ia juga mengklaim bahwa ketika wacana kebijakan itu muncul, nilai rupiah sempat menguat signifikan meski Indonesia masih berada di tengah tekanan krisis.
Meski demikian, rencana tersebut pada akhirnya tidak pernah direalisasikan. Hanke menuduh IMF dan pemerintah Amerika Serikat saat itu menolak penerapan currency board serta memberikan tekanan agar Indonesia membatalkan kebijakan tersebut, termasuk melalui ancaman penghentian bantuan internasional. Steve Hanke sendiri merupakan ekonom senior yang pernah menjadi penasihat bagi sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden AS Ronald Reagan. Tanggapan lo? #feovle








