MENKEU BOCORKAN BANJIR INSENTIF BARU, EKONOMI RI DIPASTIKAN MELAJU LAGI

Red JPN

Jakarta. Jelajahpenanews. COM – Pemerintah memastikan gelombang stimulus ekonomi baru akan terus mengalir sepanjang semester kedua 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah sedang menghitung insentif tambahan berupa subsidi pembelian mobil dan motor listrik, plus bantuan langsung tunai (BLT) bagi masyarakat yang belum pernah tersentuh program pemerintah.

Hal itu disampaikan Purbaya dalam Economic Update 2026 CNBC Indonesia, Senin (22/6/2026). Menurutnya, seluruh perhitungan insentif kendaraan listrik sudah selesai, tinggal menunggu arahan final dari Presiden Prabowo Subianto. Skemanya berupa diskon PPN ditanggung pemerintah sebesar 40 persen hingga 100 persen untuk mobil listrik, dengan besaran disesuaikan kandungan nikel pada baterainya. Untuk motor listrik, subsidi sudah dipatok Rp5 juta per unit untuk kuota awal 100 ribu unit, dan akan terus ditambah jika kuota habis.

Insentif kendaraan listrik ini terpisah dari Paket Stimulus Ekonomi Semester II-2026 yang sebelumnya sudah diumumkan resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Dalam paket itu, pemerintah menyiapkan delapan kebijakan dengan total anggaran mencapai Rp26,34 triliun.

Beberapa poin pentingnya: insentif pajak penghasilan final royalti sebesar 1,5 persen bagi penulis nasional, yang sebelumnya dikenai tarif 5 hingga 35 persen. Lalu diskon transportasi periode libur sekolah senilai Rp190,5 miliar untuk tiga juta penumpang, dan untuk periode Natal-Tahun Baru senilai Rp161,4 miliar bagi 2,8 juta penumpang, mencakup diskon tiket kereta api, kapal Pelni, dan pembebasan jasa kepelabuhan. Pemerintah juga menambah subsidi PPN 100 persen untuk tiket pesawat ekonomi domestik senilai Rp722 miliar.

Di sektor ketenagakerjaan, program magang nasional mulai Juli 2026 mendapat alokasi Rp4,14 triliun untuk 150 ribu peserta, sementara program vokasi bagi 220 ribu lulusan SMK dan 50 ribu korban PHK dianggarkan Rp2,12 triliun.

Porsi terbesar justru mengalir ke bantuan pangan, dengan bantuan beras 10 kilogram untuk 33,24 juta keluarga penerima manfaat selama tiga bulan mulai Juli 2026, senilai Rp17,54 triliun, ditambah bantuan stabilisasi harga kedelai bagi pengrajin tahu dan tempe.

Airlangga menegaskan, langkah ini diambil sebagai antisipasi pemerintah menjaga daya tahan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global yang masih membayangi pasar dunia.

StimulusEkonomi2026 #PurbayaYudhiSadewa #AirlanggaHartarto #InsentifKendaraanListrik #EkonomiIndonesia

Bagikan