Jakarta. Jelajahpenanews. Com – Bukan tak ada tokoh-tokoh yang menyuarakan penggulingan Presiden saat kita sudah memasuki sistem Pemilihan Langsung, sejak tahun 2004. Baik SBY maupun Jokowi. Ada saja tokoh-tokoh yang menyuarakan agar Presiden digulingkan, mundur, atau dijatuhkan lewat demontrasi besar di jalanan.
Jadi, tak perlu bernostalgia menjatuhkan Presiden sejak Orde Baru 1998, apalagi Orde Lama 1966, atau era Reformasi seperti yang dialami Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur tahun 2001. Itu terlalu kompleks. Dan bagaimanapun juga Presiden Gus Dur tetap melalui sidang Istimewa di MPR.
Apalagi, Soekarno digantikan Soeharto, Soeharto digantikan Habibie, Gus Dur digantikan Megawati. Itu orang-orangnya jelas. Dan tokoh-tokoh penyuara penggulingan Presiden ketika itu, juga jelas. Tokoh angkatan 66 dan angkatan 98. Amien Rais dulu itu selain ahli politik, juga Ketua PP Muhammadiyah.
Di era SBY-JK, tokoh penggulingan Presiden adalah Hariman Siregar, salah seorang tokoh Malari yang sangat legendaris itu. Demo besarnya diistilahkan Cabut Mandat. Cabut mandat bertujuan agar SBY turun secara legowo sebagai Presiden. Jadi, bukan juga penggulingan secara inkonstitusional.
Kalau era Jokowi, baik pertama maupun kedua, tokoh penggulingannya berbeda-beda dan banyak juga. Umumnya ditangkap dengan tuduhan pasal makar. Ada Sri Bintang Pamungkas, Rachmawati, Kivlan Zein, termasuk kemudian Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, juga Anton Premana.
Artinya, tokoh-tokoh penggulingan Presiden dari masa ke masa itu rekam jejak keaktivisannya jelas. Mereka berani terang-terangan mengorganisir orang untuk menggulingkan Presiden, meski resikonya ditangkap. Tak ada perdebatan ini makar atau sekedar kritikan. Jatuhkan Presiden, titik.
Tokoh-tokoh penggulingan Presiden Prabowo saat ini kurang jelas. Saiful Mujani memang akademisi, tapi dia seorang penikmat industri demokrasi, istilah Budiman Sudjatmiko. Feri Amsari, masih berstatus PNS. Masak PNS mau menggulingkan Presiden?
Dan laporan-laporan polisi terhadap para tokoh penggulingan Presiden itu memang gejala era Jokowi yang terbawa sampai sekarang. Dulu, Amien Rais menyuarakan suksesi terhadap Presiden Soeharto, tak ada masyarakat yang melaporkannya ke polisi. Mungkin itu juga bukti bahwa dulu masyarakat mendukung gerakan itu.
By : ERIZAL








