Ratu Aminah Hidayat: Pelopor Persit Kartika Chandra Kirana dan Tokoh Perempuan Pejuang Bangsa

Red JPN

Jakarta. Jelajahpenanews. COM – Di balik sejarah panjang perjuangan kaum perempuan Indonesia, terdapat nama Ratu Aminah Hidayat, seorang tokoh yang tidak hanya aktif dalam dunia politik, tetapi juga berjasa besar dalam membangun organisasi istri prajurit yang hingga kini menjadi bagian penting dari kehidupan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).

Lahir di Pandeglang, Banten, pada 19 November 1905, Ratu Aminah Hidayat tumbuh menjadi sosok perempuan yang memiliki semangat pengabdian tinggi terhadap bangsa dan negara. Ia menikah dengan Kolonel Hidajat Martaatmadja dan dikaruniai seorang putri bernama Dewi. Dalam perjalanan hidupnya, ia dikenal sebagai perempuan yang mampu memadukan peran sebagai istri seorang prajurit, aktivis, sekaligus tokoh politik nasional.

Salah satu jasa terbesar Ratu Aminah Hidayat adalah mendirikan Persatuan Kaum Ibu Tentara (PKIT) pada 3 April 1946 di Purwakarta, Jawa Barat. Organisasi tersebut dibentuk untuk menghimpun dan memperkuat peran para istri prajurit dalam mendukung perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang saat itu masih menghadapi berbagai ancaman.

Seiring perkembangan waktu, PKIT kemudian menjadi cikal bakal lahirnya Persit Kartika Chandra Kirana, organisasi resmi istri prajurit TNI Angkatan Darat yang hingga kini terus berperan dalam mendukung kesejahteraan keluarga prajurit, kegiatan sosial, pendidikan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Selain aktif dalam organisasi kemasyarakatan, Ratu Aminah Hidayat juga mengabdikan dirinya di dunia politik. Ia menjadi anggota Konstituante dari Fraksi Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) pada periode 1956–1959. Setelah itu, ia dipercaya menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR) sebagai utusan Golongan Karya Wanita pada periode 1960–1966, pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.

Dalam kiprahnya sebagai anggota parlemen, Ratu Aminah Hidayat dikenal sebagai sosok yang memperjuangkan peran perempuan dalam pembangunan nasional, sekaligus memberikan perhatian terhadap kesejahteraan keluarga prajurit dan masyarakat luas.

Kehidupan keluarganya juga memiliki hubungan erat dengan sejarah militer Indonesia. Salah satu menantunya adalah Jenderal TNI Rais Abin, yang kemudian dikenal sebagai salah satu perwira tinggi TNI dan pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat.

Setelah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk bangsa, Ratu Aminah Hidayat wafat di Jakarta pada 27 November 1984, dalam usia 79 tahun. Namun, warisan perjuangannya tetap hidup melalui Persit Kartika Chandra Kirana, organisasi yang berakar dari gagasan dan pengabdiannya sejak masa revolusi kemerdekaan.

Nama Ratu Aminah Hidayat layak dikenang sebagai salah satu pelopor perempuan Indonesia yang menunjukkan bahwa perjuangan tidak hanya dilakukan di medan perang, tetapi juga melalui pengabdian, organisasi, dan kepemimpinan yang memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.

RatuAminahHidayat #PersitKartikaChandraKirana #SejarahIndonesia #TokohPerempuan #TNIAD #PejuangBangsa #InspirasiIndonesia

Bagikan