Jakarta. Jelajahpenanews. Com – Puan Maharani Nakshatra Kusyala Devi merupakan salah satu tokoh penting dalam politik Indonesia. Putri Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan almarhum Taufiq Kiemas ini lahir di Jakarta pada 6 September 1973. Karier politiknya berkembang di PDI Perjuangan hingga kemudian dipercaya menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan pada 2014–2019. Setelah itu, Puan menjadi Ketua DPR RI periode 2019–2024 dan kembali ditetapkan sebagai Ketua DPR RI untuk periode 2024–2029.
Dalam kehidupan pribadi, Puan menikah dengan Hapsoro Sukmonohadi, yang lebih dikenal dengan nama Happy Hapsoro. Pernikahan mereka berlangsung pada 1998 dan keduanya dikaruniai dua anak. Salah satu yang dikenal publik adalah Pinka Haprani.
Berbeda dengan Puan yang meniti karier di dunia politik, Happy Hapsoro lebih banyak dikenal melalui aktivitas bisnis dan investasi. Namanya tercatat memiliki keterkaitan dengan sejumlah perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia, terutama di sektor energi, minyak dan gas, properti, serta perhotelan.
Di sektor energi, salah satu perusahaan yang lama dikaitkan dengan kelompok usaha Hapsoro adalah PT Rukun Raharja Tbk (RAJA). Sementara di sektor properti dan perhotelan terdapat PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) dan PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA). Portofolio tersebut menunjukkan bahwa aktivitas bisnis Hapsoro cukup beragam dan tidak hanya berfokus pada satu sektor. Perkembangan terbaru juga memperlihatkan keterlibatannya pada PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), perusahaan yang bergerak di bidang energi dan migas.
Nama Happy Hapsoro juga pernah menjadi perhatian publik dalam perkara dugaan korupsi proyek BTS 4G BAKTI Kominfo. Perhatian tersebut berkaitan dengan PT Basis Utama Prima (BUP), perusahaan yang disebut sebagai milik Hapsoro dan pada saat itu memiliki hubungan dengan Muhammad Yusrizki, yang kemudian menjadi tersangka dalam perkara tersebut.
Namun, penting untuk membedakan antara keterkaitan kepemilikan perusahaan dengan status hukum seseorang. Pemberitaan mengenai perkara tersebut tidak dengan sendirinya berarti Happy Hapsoro telah terbukti melakukan tindak pidana. Dalam perkembangan kasusnya, Hapsoro disebut sebagai pemegang saham/pemilik perusahaan, sementara Muhammad Yusrizki menjabat sebagai direktur BUP dan menjadi pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.
Dengan demikian, Puan Maharani dan Happy Hapsoro memiliki jalur karier yang berbeda. Puan berkiprah di dunia politik dan kini menjalankan tugas sebagai Ketua DPR RI periode 2024–2029, sedangkan Happy Hapsoro dikenal sebagai pengusaha dan investor dengan aktivitas bisnis di sejumlah sektor. Keduanya menjadi pasangan yang menarik perhatian publik karena berada di dua bidang yang berbeda tetapi sama-sama memiliki pengaruh besar dalam kehidupan publik Indonesia.








