Jakarta. Jelajahpenanews. Com – Pergantian Menteri Keuangan Purbaya kembali memunculkan pertanyaan. Sebelumnya, Purbaya dikenal menyuarakan sejumlah sikap yang berpotensi bersinggungan dengan kepentingan besar: mulai dari persoalan pembayaran kewajiban proyek Whoosh yang dikaitkan dengan era Jokowi–Luhut, hingga polemik Danantara dan tuntutan agar sekitar Rp120 triliun dikembalikan ke APBN.
Jika seorang Menteri Keuangan mulai mempertanyakan dari mana uang negara harus keluar, siapa yang harus menanggung beban, dan ke mana dana negara harus dikembalikan, tentu publik berhak bertanya:
Apakah pergantian ini murni keputusan politik dan ekonomi biasa, atau ada konflik kepentingan di baliknya?
Tidak tepat menuduh tanpa bukti.
Tetapi juga tidak salah jika publik meminta transparansi:
Siapa yang sebenarnya diuntungkan dan siapa yang menanggung tagihannya?
Karena ketika menyangkut utang, APBN, Danantara, dan proyek strategis negara, yang dipertaruhkan bukan uang pribadi pejabat melainkan uang rakyat.








