Jakarta. Jelajahpenanews. Com – Apakah Perang Iran-AS itu perang agama bukan? Apakah perang agama, ekonomi atau politik? Perang ekonomi pasti melalui politik. Perang politik juga untuk motivasi ekonomi.
Dimana letaknya agama?
Hanya mendompleng, melegitimasi, menyalahgunakan atau mendasarinya?
Apakah hanya Iran atau AS-Israel juga?
Iran adalah Republik Islam dengan ideologinya Islam Syi’ah dan kepemimpinannya Wilayat Al-faqih. Agama pasti menjadi motivasi. Motivasi Iran adalah beladiri diserang sang agresor Amerika Serikat dan membela Palestin. “Kami adalah penerus martir-mujahid Hassan-Husein.” Membela Palestina yang dibantai oleh Israel adalah jihad. Melawan agresi AS menyerang Iran adalah bela diri dan jihad. AS adalah agresor dan pelindung utama penjajahan Israel.
Karena ada motivasi agama bagi Iran, Iran pun meminta dukungan umat Islam seluruh dunia agar bersatu melawan AS-Israel. Sejak revolusi Islam Iran 1978, Imam Khomeini menyebut Amerika sebagai “the Big Satan!” (Setan besar).
Israel membantai Palestina dan Gaza demi “tanah yang dijanjikan” di dalam Taurat. Donald Trump berperang demi mempertahankan dominasi ekonomi dan politik, tapi agresinya dido’akan oleh para pendeta dan dukun-dukun dalam misinya yang berkumpul di belakangnya.
Jadi, menurut Anda, ini perang agama bukan?








