Laut Perjuangan, Tema Pameran Lukisan Prof Bambang Tjayadi ( Mas Mbenk ) Bercerita Maritim Nusantara.

Red JPN


‎Surabaya,jelajahpenanews. Com  -:Pameran lukisan karya Profesor Bambang “Mas Mbenk” Tjahjadi di Pelindo Place, Surabaya, pada 13–16 April 2026, menghadirkan sesuatu yang sederhana namun kuat: lidi sebagai alat melukis.


‎Mengusung tema “Laut dan Perjuangan”, karya-karya yang ditampilkan memperlihatkan kapal, bentang laut, dan suasana maritim. Namun lebih dari itu, lukisan-lukisan tersebut menjadi refleksi tentang perjalanan hidup dan daya tahan manusia menghadapi perubahan.


‎Di tengah tradisi seni lukis yang mapan, pilihan menggunakan lidi menjadi bentuk perlawanan halus terhadap pakem. Mas Mbenk menunjukkan bahwa ekspresi tidak selalu lahir dari alat yang kompleks.


‎Eko Bening, mantan mahasiswanya, menyebut teknik ini sebagai bentuk keberanian artistik. “Beliau menemukan kebebasan dari alat yang sederhana,” ujarnya.


‎Mas Mbenk sendiri melihat seni sebagai ruang ekspresi yang bebas. “Menurut saya, hasilnya lebih ekspresif. Itulah lukisan lidi,” katanya.


‎Sebagai guru besar di Universitas Airlangga, ia justru tidak terjebak dalam batasan akademik. Baginya, intuisi memiliki peran penting dalam membentuk karakter karya.


‎Perjalanan panjangnya dalam dunia seni telah melewati berbagai pameran, termasuk Pasar Seni Lukis Jawa Timur 2014 dan pameran tribute tahun 2025.


‎Kini, melalui tema maritim, ia menghadirkan perspektif baru. Lokasi di kawasan pelabuhan memperkuat makna laut sebagai simbol pergerakan, perjuangan, dan harapan.


‎Di era seni digital yang serba cepat, karya-karya Mas Mbenk menjadi pengingat bahwa kekuatan seni terletak pada kejujuran ekspresi dan keberanian untuk berbeda ( Red )

Bagikan