Masjid Nurul Islam Surabaya Antar Donna Temukan Hidayah Setelah Dua tahun mempelajari Islam

Red : Noor S

Surabaya, Jelajahpenanews. COM – 4 Juni 2026 – Fungsi masjid sebagai pusat ibadah, dakwah, dan pembinaan umat kembali terlihat nyata di Masjid Nurul Islam, Komplek Perumahan Bratang Binangun, Surabaya. Pada Kamis (4/6/2026), suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti masjid tersebut saat seorang warga Surabaya, Donna Anggi Pramesti atau yang akrab disapa Donna, mengucapkan ikrar syahadat dan resmi memeluk agama Islam.

Keputusan Donna menjadi mualaf bukanlah keputusan yang diambil secara tiba-tiba. Setelah kurang lebih dua tahun mempelajari ajaran Islam dengan penuh kesungguhan, Donna akhirnya mantap memilih Islam sebagai jalan hidupnya. Sebelumnya, Donna menganut agama Kristen protestan.

Prosesi ikrar syahadat dibimbing langsung oleh Ustadz Ir. H. Bangun Samudra, salah satu pembimbing di Mualaf Center Surabaya. Acara tersebut disaksikan oleh pengurus dan takmir Masjid Nurul Islam serta jamaah yang hadir.

Dalam suasana yang penuh kekhusyukan, Donna mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai tanda keislamannya. Setelah prosesi berlangsung, Ustadz Bangun Samudra menyampaikan tausiah tentang makna syahadat, pentingnya keimanan, serta komitmen dan kewajiban seorang mualaf dalam menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim.

“Menjadi mualaf bukanlah akhir dari perjalanan, tetapi awal untuk terus belajar dan memperdalam pemahaman tentang Islam. Karena itu, diperlukan pendampingan dan pembinaan yang berkelanjutan,” pesan Ustadz Bangun Samudra dalam tausiahnya.

Acara berlangsung dengan khidmat, penuh rasa syukur dan kebahagiaan. Kehadiran para pengurus masjid menunjukkan bahwa masjid memiliki peran strategis tidak hanya sebagai tempat pelaksanaan ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat dan tempat lahirnya persaudaraan Islam.

Sebagai tindak lanjut pembinaan, Donna dianjurkan untuk mengikuti program belajar rutin khusus mualaf yang diselenggarakan oleh Mualaf Center di Masjid Assalam Puri Mas Surabaya setiap Ahad pagi. Program tersebut dibimbing oleh Ustadz Ir. H. Bangun Samudra bersama ustadz prof. Manachem Ali, Dr. Mashud dan ustadz lainnya, pakar ilmu perbandingan agama, yang secara aktif memberikan pendampingan kepada para mualaf agar semakin memahami ajaran Islam secara benar dan mendalam.

Peristiwa ini menjadi bukti bahwa masjid memiliki fungsi yang sangat luas dalam kehidupan masyarakat, yakni sebagai pusat dakwah, pendidikan, pembinaan akhlak, serta wadah untuk membimbing umat menuju kehidupan yang lebih baik. Melalui peran tersebut, masjid terus menjadi cahaya yang menerangi jalan umat dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Bagikan