Surabaya . jelajahpenanews.com – Jika Soeharto dikenal sebagai “Jenderal yang Tersenyum”, maka Benny Moerdani justru dikenang sebagai sosok sebaliknya dingin, tegas, dan penuh misteri. Lahir di Blora pada 1932, Benny adalah jenderal dengan latar belakang intelijen yang kuat, menjadikannya salah satu figur paling berpengaruh di era Orde Baru.
Kariernya melesat berkat kedekatan dengan Soeharto, yang terjalin sejak operasi militer besar seperti Trikora. Hubungan keduanya bahkan kerap diibaratkan seperti ayah dan anak. Kepercayaan itu begitu besar, hingga Benny sering ditugaskan secara khusus untuk menjaga keamanan Presiden dalam berbagai kunjungan luar negeri.
Namun, di balik loyalitasnya, Benny dikenal sebagai perwira yang berani berkata jujur. Ia tak segan mengingatkan Soeharto tentang potensi bahaya politik dari bisnis keluarga Cendana. Dalam sebuah momen yang terkenal, saat bermain biliar bersama Presiden, Benny menyampaikan kekhawatirannya bahwa dukungan militer tidak bisa dijamin jika kondisi tersebut terus berlanjut.
Ucapan itu menjadi titik balik. Soeharto tersinggung, hubungan keduanya merenggang, dan karier Benny pun perlahan meredup. Dari sosok paling dipercaya, ia berubah menjadi figur yang tersisih sebuah ironi bagi seorang jenderal yang selama ini berdiri di garis depan kekuasaan.
Sumber : Merdeka.com








