Jakarta. Jelajahpenanews. COM – Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Kunarto merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Dikenal sebagai sosok yang tenang, berintegritas, dan profesional, ia memimpin Polri sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) pada periode 20 Februari 1991 hingga 5 April 1993. Sepanjang kariernya, Kunarto tidak hanya dikenal sebagai perwira kepolisian yang cakap, tetapi juga dipercaya mengemban berbagai jabatan strategis di lingkungan pemerintahan.
Kunarto lahir di Yogyakarta pada 8 Juni 1940 dari pasangan Amat Djohar dan Parimah. Masa kecilnya dihabiskan di kota kelahirannya. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah, ia sempat menempuh pendidikan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Namun, panggilan untuk mengabdi kepada negara membawanya beralih ke Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada tahun 1960, dan ia lulus sebagai bagian dari Angkatan IX pada tahun 1962.
Karier Kunarto berkembang secara bertahap melalui berbagai penugasan penting. Salah satu jabatan yang paling menonjol adalah ketika dipercaya menjadi Ajudan Presiden Soeharto selama 1979–1986. Jabatan tersebut menunjukkan besarnya kepercayaan negara terhadap kemampuan, loyalitas, dan integritasnya.
Setelah itu, ia diangkat sebagai Wakil Kepala Polda Metro Jaya pada tahun 1986–1987, kemudian menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara pada periode 1987–1989. Pengalaman memimpin di tingkat daerah menjadi bekal berharga sebelum akhirnya dipercaya memimpin institusi Polri secara nasional.
Pada 20 Februari 1991, Kunarto resmi dilantik sebagai Kapolri, menggantikan Jenderal Polisi Mochammad Sanoesi. Selama masa kepemimpinannya, ia bekerja di bawah pemerintahan Presiden Soeharto, dengan Menteri Pertahanan dan Keamanan L.B. Moerdani yang kemudian digantikan Edi Sudrajat, serta Panglima ABRI Try Sutrisno yang selanjutnya juga dijabat oleh Edi Sudrajat.
Setelah mengakhiri masa jabatannya sebagai Kapolri pada tahun 1993, pengabdian Kunarto kepada negara belum berakhir. Pada 11 Agustus 1993, ia dipercaya menjadi Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia, mendampingi J.B. Sumarlin. Ia mengemban amanah tersebut hingga tahun 1998, turut berperan dalam memperkuat fungsi pengawasan terhadap pengelolaan keuangan negara.
Di balik kariernya yang gemilang, Kunarto dikenal sebagai sosok yang sederhana dan dekat dengan keluarga. Ia menikah dengan Warsiyah dan dikaruniai dua orang putra, yaitu Rino Adi Kuswaryono dan Hariadi Kuswaryono.
Jenderal Polisi (Purn.) Kunarto wafat di Surabaya pada 28 September 2011 dalam usia 71 tahun. Meski telah berpulang, dedikasi dan pengabdiannya tetap dikenang sebagai bagian penting dalam perjalanan sejarah Kepolisian Republik Indonesia. Ia meninggalkan teladan tentang kepemimpinan yang berlandaskan profesionalisme, disiplin, serta pengabdian tanpa pamrih kepada bangsa dan negara.








