Jakarta. Jelajahpenanews. COM – Jenderal Polisi (Purn.) Awaloedin Djamin merupakan salah satu tokoh besar dalam sejarah Kepolisian Republik Indonesia yang dikenal tidak hanya sebagai pemimpin Polri, tetapi juga sebagai akademikus, diplomat, dan negarawan. Lahir di Padang, Sumatera Barat, pada 26 September 1927, ia mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk membangun institusi kepolisian, pemerintahan, serta dunia pendidikan di Indonesia.
Awaloedin berasal dari keluarga terpandang di Minangkabau. Ayahnya, Marah Djamin, merupakan keturunan bangsawan yang masih memiliki garis keturunan dari Soetan Basri, putra Marah Oejoeb bergelar Marah Maharadja Besar, Regent (Bupati) Padang terakhir pada masa Hindia Belanda. Sementara ibunya, Zulhidjah, merupakan putri seorang demang bernama Iljas Bagindo Saripado.
Pendidikan dasar hingga SMP ditempuhnya di Padang, kemudian melanjutkan pendidikan SMA di Bukittinggi. Setelah itu, ia menempuh pendidikan kepolisian di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK). Semangat belajarnya membawanya melanjutkan pendidikan ke luar negeri, yakni di Universitas Pittsburgh dan Universitas California Selatan, Amerika Serikat, yang semakin memperkaya wawasan akademik dan kepemimpinannya.
Kariernya di Polri dimulai pada tahun 1950 dan terus menanjak hingga mencapai pangkat Jenderal Polisi. Puncak kariernya diraih ketika dipercaya menjadi Kepala Staf Angkatan Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) pada 26 September 1978 hingga 3 Desember 1982, menggantikan Jenderal Polisi Widodo Budidarmo. Selama memimpin Polri pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, Awaloedin dikenal sebagai sosok yang mendorong profesionalisme, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan pendidikan kepolisian.
Sebelum menjabat sebagai Kapolri, ia telah dipercaya mengemban berbagai jabatan strategis. Pada tahun 1966, Awaloedin diangkat menjadi Menteri Tenaga Kerja dalam Kabinet Ampera, menjabat pada masa transisi pemerintahan dari Presiden Soekarno menuju Presiden Soeharto. Setelah itu, ia dipercaya sebagai Ketua Lembaga Administrasi Negara (LAN) pada periode 1970–1976, sebelum kemudian ditunjuk sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Jerman Barat pada periode 1976–1978.
Di dunia akademik, kontribusinya juga sangat besar. Ia aktif mengajar di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan pada tahun 1964 diangkat sebagai Guru Besar serta Lektor Luar Biasa. Setelah pensiun dari kepolisian, pengabdiannya berlanjut sebagai Rektor Universitas Pancasila selama periode 1983–1995. Pada tahun 1986, ia juga dipercaya menjadi Dekan PTIK sekaligus Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI).
Sepanjang hidupnya, Awaloedin Djamin dikenal sebagai sosok yang mengedepankan ilmu pengetahuan, integritas, serta pengabdian kepada negara. Ia berhasil memadukan pengalaman sebagai aparat penegak hukum, birokrat, diplomat, dan akademikus dalam satu perjalanan hidup yang luar biasa.
Jenderal Polisi (Purn.) Awaloedin Djamin wafat di Jakarta pada 31 Januari 2019 dalam usia 91 tahun, meninggalkan warisan besar bagi Polri, dunia pendidikan, dan bangsa Indonesia.








