MANAMA . Jelajahpenanews. COM — Komando Pusat Pasukan Angkatan Laut Amerika Serikat (NAVCENT) secara resmi mengumumkan penghentian operasi pencarian aktif terhadap seorang pelaut mariner yang hilang setelah helikopter militer jenis MH-60S Sea Hawk jatuh di perairan Laut Arab. Keputusan berat ini diambil setelah tim penyelamat gabungan melakukan penyisiran udara dan laut yang sangat intensif selama lebih dari 102 jam berturut-turut dengan mencakup area seluas 14.000 mil persegi.
Insiden bermula saat helikopter taktis tersebut, yang merupakan bagian dari gugus tugas kapal induk USS George H.W. Bush (CVN 77), terpaksa melakukan pendaratan darurat di atas air karena kendala teknis. Tiga dari empat awak pesawat berhasil dievakuasi dengan cepat dalam kondisi selamat, sementara satu prajurit lainnya gagal ditemukan hingga batas waktu evakuasi kritis terlampaui.
Misi pencarian berskala besar ini digerakkan langsung di bawah komando U.S. Central Command (CENTCOM) dengan mengerahkan aset tempur utama, termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln serta lima kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke. Skuadron udara maritim siber P-8 Poseidon dan pesawat penunjang dari Angkatan Udara AS turut dilibatkan secara penuh dalam menyisir koridor laut tersebut.
Pihak militer menegaskan bahwa kecelakaan murni diakibatkan oleh malafungsi operasional dan tidak ada indikasi keterlibatan serangan dari pihak musuh di kawasan regional Timur Tengah. Sesuai dengan protokol kebijakan militer Amerika Serikat, identitas resmi prajurit yang hilang masih dirahasiakan demi menghormati privasi dan proses pemberitahuan kepada pihak keluarga korban.
Sumber Berita:
U.S. Naval Forces Central Command (NAVCENT) Official Statement & Stars and Stripes








