Di Balik Jepretan Bersejarah: Frans Mendur, Sang Penjaga Abadi Momen Proklamasi Indonesia

Red JPN

Jakarta. Jelajahpenanews. COM –Tidak semua pahlawan mengangkat senjata. Ada pula yang berjuang melalui lensa kamera. Salah satunya adalah Frans Soemarta Mendur, fotografer jurnalistik yang mengabadikan salah satu momen paling bersejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia, yakni Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Lahir di Kawangkoan, Minahasa, pada 16 April 1913, Frans Mendur tumbuh menjadi sosok yang memiliki dedikasi tinggi terhadap dunia fotografi. Saat bekerja sebagai fotografer harian Asia Raya, ia mendapat kabar bahwa Soekarno akan membacakan Proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta.

Dengan penuh keberanian di tengah situasi yang masih berbahaya, Frans berhasil mengabadikan detik-detik bersejarah tersebut. Hasil jepretannya kemudian menjadi satu-satunya dokumentasi foto resmi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang dikenal luas hingga saat ini. Tanpa keberaniannya, bangsa Indonesia mungkin tidak akan memiliki bukti visual yang begitu kuat tentang hari lahirnya republik.

Setelah Indonesia merdeka, Frans bersama sang adik, Alex Mendur, serta sejumlah rekan mendirikan Indonesian Press Photo Service (IPPHOS) pada 2 Oktober 1946. Lembaga ini menjadi tonggak penting dalam perkembangan fotografi pers nasional dan berhasil mendokumentasikan berbagai peristiwa penting di awal berdirinya Republik Indonesia.

Atas pengabdiannya, Frans dan Alex Mendur dianugerahi Bintang Jasa Utama pada tahun 2009 serta Bintang Mahaputera Nararya pada tahun 2010. Pada 11 Februari 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga meresmikan Monumen Mendur Bersaudara di kampung halaman mereka sebagai bentuk penghormatan atas jasa yang tak ternilai.

Frans Mendur wafat di Jakarta pada 24 April 1971 dalam usia 58 tahun. Namun, karya dan pengabdiannya akan selalu dikenang. Melalui satu jepretan kamera, ia telah mengabadikan lahirnya sebuah bangsa untuk dikenang sepanjang masa.

FransMendur #AlexMendur #Proklamasi1945 #SejarahIndonesia #PahlawanTanpaSenjata #IPPHOS #IndonesiaMerdeka

Bagikan