Dari Inovasi Racun Tikus hingga Jadi Menteri Terkaya! Inilah Sosok Amran Sulaiman, Sang Jenderal Pangan di Kabinet Prabowo

Red JPN

Jakarta. Jelajahpenanews. Com – Nama Andi Amran Sulaiman kini semakin kokoh sebagai tokoh kunci dalam kedaulatan bangsa. Dipercaya kembali memimpin Kementerian Pertanian dalam Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto, sosok asal Bone ini bukan sekadar birokrat biasa. Ia adalah perpaduan langka antara intelektual kampus, pengusaha sukses, dan eksekutor lapangan yang dijuluki sebagai “Jenderal Pangan”.

Inovasi “Tiran”: Titik Balik Sang Penemu
Siapa sangka, imperium bisnis bernilai triliunan rupiah yang dimiliki Amran Sulaiman bermula dari sebuah temuan sederhana di laboratorium. Sebagai akademisi di Universitas Hasanuddin, ia berhasil menciptakan racun tikus yang sangat efektif. Temuan tersebut kemudian ia patenkan dengan nama “Tiran”—akronim dari Tikus Diracun Amran.

Inovasi inilah yang menjadi batu pijakan lahirnya Tiran Group. Dari satu produk pengendali hama, bisnisnya menggurita ke berbagai sektor strategis mulai dari pertambangan, perkebunan, hingga distribusi. Keberhasilan ini mengantarkan Amran menjadi salah satu menteri dengan kekayaan bersih tertinggi, membuktikan bahwa riset ilmiah jika dikelola dengan jiwa entrepreneurship mampu menghasilkan kekuatan ekonomi luar biasa.

Rekor Tiga Periode: Kepercayaan di Tengah Krisis
Bukan tanpa alasan Presiden Prabowo Subianto kembali menunjuknya. Amran memiliki rekam jejak panjang menjaga “dapur” negara. Ini adalah periode ketiganya menjabat sebagai Menteri Pertanian (setelah sebelumnya menjabat di era kabinet Jokowi).

Tugasnya kali ini jauh lebih berat. Selain sebagai menteri, sejak Oktober 2025 ia juga mengemban amanah sebagai Kepala Badan Pangan Nasional. Posisi ganda ini menjadikannya nakhoda tunggal yang mengendalikan jalur pangan dari hulu ke hilir. Amran diharapkan mampu mewujudkan impian besar swasembada pangan di tengah ancaman krisis iklim global.

Darah Bangsawan dan Karakter Lapangan
Lahir di Bone pada 27 April 1968, Amran memiliki garis keturunan dari Raja Bone ke-23. Namun, ia lebih dikenal dengan karakter “petarung” lapangan yang egaliter. Ia tidak segan turun langsung ke lumpur sawah, berdialog dengan petani, dan memastikan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) sampai ke tangan yang tepat.

Gaya kepemimpinannya yang tegas dan berorientasi pada hasil (result-oriented) selaras dengan visi kabinet saat ini yang menginginkan kerja cepat dan taktis. Bagi Amran, pangan adalah urusan hidup mati sebuah bangsa, dan ketahanan negara dimulai dari kedaulatan petani.

Menuju Kemandirian Pangan
Di bawah komandonya, program-program besar seperti optimalisasi lahan rawa dan transformasi pertanian tradisional ke modern terus digenjot. Ia percaya bahwa dengan teknologi dan inovasi—seperti saat ia menemukan racun tikus puluhan tahun lalu—Indonesia tidak hanya bisa berhenti mengimpor, tetapi juga mampu menjadi lumbung pangan dunia.

Sosok Andi Amran Sulaiman adalah bukti nyata bahwa kombinasi antara kecerdasan akademik dan keberanian bisnis adalah kunci untuk menjawab tantangan besar bangsa. Di tangannya, masa depan pangan Indonesia kini dipertaruhkan.

Sumber: Wikipedia

AmranSulaiman #MenteriPertanian #KabinetMerahPutih #KetahananPangan #TiranGroup #InspirasiSukses #SwasembadaPangan #TokohBugis

Bagikan