China tetap produksi Drone dan di  kirim ke Iran dan Rusia meskipun di sanksi AS.

Red JPN


‎China. Jelajahpenanews. Com – China dilaporkan tetap memasok komponen penting untuk produksi drone di Iran dan Rusia meskipun Amerika Serikat telah menjatuhkan berbagai sanksi perdagangan dan teknologi. Laporan media internasional menyebut sejumlah perusahaan asal China terus mengirim barang dwiguna seperti mesin, baterai, sistem navigasi, hingga perangkat elektronik yang dapat digunakan untuk kebutuhan sipil maupun militer. Komponen tersebut disebut membantu produksi drone tempur Shahed milik Iran dan drone Rusia yang digunakan dalam konflik di Ukraina. Washington menilai praktik ini memperlihatkan masih adanya celah besar dalam upaya pembatasan teknologi terhadap negara-negara yang dikenai sanksi.


‎Menurut laporan The Wall Street Journal, perusahaan-perusahaan China menggunakan jalur perdagangan tidak langsung dan pihak ketiga untuk menghindari pengawasan internasional. Komponen drone dikirim melalui beberapa negara perantara sebelum akhirnya tiba di Iran dan Rusia. Meski pemerintah China berulang kali menyatakan tidak terlibat dalam pengiriman senjata ke zona konflik, Amerika Serikat dan sekutunya menilai dukungan industri China tetap berperan besar dalam mempertahankan kemampuan produksi drone kedua negara tersebut. Drone Shahed buatan Iran sendiri diketahui telah menjadi salah satu senjata utama Rusia dalam menyerang infrastruktur Ukraina.


‎Situasi ini semakin memperumit hubungan geopolitik antara China dan Amerika Serikat yang selama beberapa tahun terakhir terus memanas. Pemerintah AS disebut sedang mempertimbangkan sanksi tambahan terhadap perusahaan-perusahaan China yang diduga terlibat dalam rantai pasok teknologi drone tersebut. Di sisi lain, Beijing menegaskan bahwa perdagangan barang sipil dilakukan sesuai aturan internasional dan menolak tuduhan membantu operasi militer Rusia maupun Iran. Banyak pengamat menilai persaingan teknologi dan industri pertahanan kini menjadi salah satu medan utama perebutan pengaruh global antara kekuatan besar dunia.


‎Sumber: The Wall Street Journal

Bagikan