AS. Jelajahpenanews. COM – Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan pada Selasa waktu setempat atau Rabu (8/7/2026) dini hari waktu Indonesia bahwa militer AS telah melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran.
CENTCOM menambahkan, serangan tersebut merupakan tanggapan atas apa yang disebutnya sebagai serangan Iran terhadap tiga kapal komersial yang sedang melintasi Selat Hormuz.
“Pasukan Komando Pusat AS telah mulai melancarkan serangkaian serangan dahsyat terhadap Iran untuk memberikan kerugian besar atas penargetan dan penyerangan terhadap kapal-kapal komersial,” tulis CENTCOM di X.
“Agresi Iran yang ditunjukkan tidak beralasan, berbahaya, dan merupakan pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata.”
Serangan ini menjadi aksi militer AS pertama yang diketahui terhadap Iran sejak akhir bulan lalu.
Menurut media lokal yang dikutip The Guardian, ledakan terjadi di beberapa wilayah di selatan Iran.
.
Beberapa ledakan dilaporkan terjadi di kota pelabuhan Sirik, dekat Selat Hormuz, sementara enam proyektil menghantam area Dermaga Taheroui.
Ledakan juga terdengar di Pulau Qeshm, pulau terbesar di sekitar Selat Hormuz, serta Bandar Abbas.
Menurut seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya kepada Reuters, serangan AS menargetkan sistem pertahanan udara Iran, sistem pengawasan pantai, rudal permukaan-ke-udara, rudal jelajah antikapal, serta lokasi peluncuran drone.
Kementerian Luar Negeri Iran menyebut AS telah melakukan pelanggaran besar terhadap Kesepahaman Islamabad yang ditandatangani kedua belah pihak bulan lalu.
Dalam sebuah pernyataan, kementerian tersebut berjanji akan mengambil tindakan apa pun yang dianggap perlu untuk melindungi kepentingan dan keamanan nasionalnya.
Pernyataan itu berbunyi:
“Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengutuk keras tindakan pengkhianatan Amerika Serikat dalam mencabut penangguhan sanksi atas penjualan minyak Iran, yang merupakan pelanggaran terhadap Pasal 10 dari kesepahaman gencatan senjata tertanggal 28 Khordad 1405 (18 Juni 2026), dan meminta pertanggungjawaban pemerintah AS atas konsekuensi dari pelanggaran komitmen ini.”
“Selama 20 hari terakhir, Amerika Serikat telah berulang kali melakukan pelanggaran kecil dan besar terhadap berbagai ketentuan kesepahaman, baik secara langsung maupun melalui tindakan rezim Israel terhadap Lebanon.”
“Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, sambil memperingatkan tentang konsekuensi pelanggaran komitmen Amerika Serikat, menyatakan bahwa pihaknya akan mengambil tindakan apa pun yang dianggap perlu untuk melindungi kepentingan dan keamanan nasionalnya.”
Serangan terbaru AS terhadap Iran terjadi ketika negara itu tengah menggelar rangkaian upacara pemakaman mantan pemimpin tertinggi, Ali Khamenei.
Upacara tersebut berlangsung selama sepekan, dimulai dari penyambutan pejabat luar negeri pada 3 Juli hingga pemakaman terakhir pada 9 Juli.
Mengutip Al Jazeera, berikut jadwal dan rangkaian prosesi pemakaman Ali Khamenei.
3 Juli
Upacara resmi untuk para pemimpin dunia.
4 dan 5 Juli
Pada 4 dan 5 Juli, upacara pemakaman umum digelar di Teheran.
Peti jenazah Khamenei, bersama peti jenazah beberapa anggota keluarganya, disemayamkan di Grand Mosalla agar masyarakat dapat memberikan penghormatan terakhir.
Grand Mosalla dibangun untuk menampung jemaah dalam jumlah besar dan telah lama menjadi lokasi penyelenggaraan perayaan keagamaan serta acara kenegaraan di Iran.
6 dan 7 Juli
Pada 6 dan 7 Juli, prosesi pemakaman melintasi sejumlah wilayah di Teheran sebelum melanjutkan perjalanan menuju Qom, sekitar 120 kilometer di selatan ibu kota.
Qom merupakan pusat utama keilmuan Islam Syiah di Iran dan salah satu kota paling suci di negara tersebut.
Kota ini menjadi lokasi seminari terbesar di Iran, tempat ribuan ulama belajar dan mengajar, termasuk almarhum Ali Khamenei.
8 Juli
Pejabat Iran dan Irak mengatakan penyambutan resmi akan digelar di Bandara Internasional Najaf pada 8 Juli, kemudian dilanjutkan dengan prosesi publik di Najaf dan Karbala.
Makam Imam Ali di Najaf merupakan salah satu situs paling suci bagi umat Syiah dan setiap tahun dikunjungi jutaan peziarah.
Diyakini, di lokasi tersebut dimakamkan Imam Ali bin Abi Thalib, sepupu sekaligus menantu Nabi Muhammad SAW serta imam pertama dalam Islam Syiah.
Sementara itu, makam Imam Hussein dan saudara tirinya, Abbas, di Karbala juga termasuk situs paling suci dalam Islam Syiah.
Makam tersebut menandai lokasi wafatnya Imam Hussein, cucu Nabi Muhammad SAW, dan Abbas dalam Pertempuran Karbala pada 680 M, peristiwa yang menjadi bagian penting dari identitas dan tradisi keagamaan Syiah.
9 Juli
Jenazah kemudian akan kembali ke Iran untuk menjalani upacara pemakaman terakhir yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli di Makam Imam Reza, Mashhad.
Mashhad merupakan kota paling suci di Iran.
Imam Reza adalah imam kedelapan dalam Islam Syiah.
Kota ini juga memiliki makna pribadi bagi Ali Khamenei karena menjadi tempat kelahirannya pada 1939 dan lokasi ia menghabiskan sebagian besar masa kecilnya.
Ia belajar di seminari keagamaan di kota tersebut sebelum melanjutkan pendidikannya di Qom.
Dimakamkan di dekat salah satu tokoh yang paling dihormati dalam Islam Syiah dianggap sebagai sebuah kehormatan besar dan mencerminkan peran ganda Khamenei sebagai pemimpin politik tertinggi Iran sekaligus otoritas keagamaan tertinggi.
(Tribunnews.com)
Foto 1: Militer AS melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran sebagai respons atas dugaan serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. (TribunNetwork)
Foto 2: Ledakan dilaporkan terjadi di Sirik, Pulau Qeshm, dan Bandar Abbas, sementara Iran mengecam tindakan AS sebagai pelanggaran kesepahaman gencatan senjata. (TribunNetwork)
Foto 3: Serangan itu terjadi saat Iran tengah menggelar rangkaian prosesi pemakaman Ali Khamenei. (TribunNetwork)








