Rusia. Jelajahpenanews. Com – Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitri Medvedev, memperingatkan dunia.Khususnya, bahwa Iran berpotensi menggunakan Selat Bab al-Mandab sebagai senjata barunya, menjadi sebuah ‘senjata termonuklir’.Mengutip Viory pada (6/7), hal ini diutarakan Medvedev dalam pernyataan pada Sabtu (4/7/2026).
Lebih tepatnya, dia menyatakan bahwa Iran telah melewati cobaan yang sangat berat tersebut dengan terhormat.
Ia mengingatkan kembali pernyataannya baru-baru ini bahwa alih-alih senjata nuklir yang sebenarnya, Iran telah menemukan senjata lain yang tidak kalah ampuh, yaitu Selat Hormuz.
“Iran telah melewati cobaan yang sangat berat ini dengan terhormat. Belum lama ini saya katakan bahwa, alih-alih senjata nuklir yang sebenarnya, Iran telah menemukan senjata lain yang tidak kalah ampuhnya dengan senjata nuklir, yaitu Selat Hormuz,” kata Medvedev.
Ia pun menambahkan bahwa dengan memblokir lalu lintas di sana, Iran jelas telah menunjukkan kekuatannya.
Medvedev meyakini bahwa Iran tidak hanya memiliki “senjata nuklir” tersebut, tetapi juga memiliki “senjata termonuklir”, yaitu Selat Bab al-Mandab.
Di mana, yang dapat digunakan untuk memblokir semua pengiriman minyak dan komoditas lainnya jika terjadi konflik militer.
“Dengan memblokir lalu lintas, Iran jelas telah menunjukkan kekuatannya. Saya percaya bahwa Iran tidak hanya memiliki ‘senjata nuklir’ ini, tetapi juga ‘senjata termonuklir’, yaitu Selat Bab al-Mandab, yang dapat digunakan untuk memblokir semua pengiriman minyak dan lainnya jika terjadi konflik militer,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa tidak ada alasan yang sah bagi serangan Amerika karena Iran sama sekali tidak menimbulkan ancaman bagi negara tersebut.
Terlebih lagi, menurutnya, Iran sebenarnya telah bernegosiasi dengan delegasi Amerika.
Serta, disebutnya telah mencapai beberapa kesepakatan sebelum akhirnya perintah untuk melancarkan serangan terhadap Iran justru diberikan pada saat itu juga.
“Tidak ada alasan yang sah untuk serangan Amerika. Iran sama sekali tidak menimbulkan ancaman bagi Amerika Serikat. Terlebih lagi, Iran telah bernegosiasi dengan delegasi Amerika dan mencapai beberapa kesepakatan. Kemudian, pada saat itu juga, perintah diberikan untuk melancarkan serangan terhadap Iran,” jelasnya.
Lebih jauh mengenai pencabutan sanksi terhadap Iran, Medvedev mengutarakan bahwa sepanjang pengetahuannya, tidak semua pihak di Amerika Serikat ingin melakukannya atau bersedia mengambil keputusan tersebut.
Ia memungkasinya dengan harapan agar negosiasi tersebut dapat berhasil, meskipun ia melihat adanya kemungkinan besar bahwa proses tersebut akan berbelok ke arah yang berbeda.
“Mengenai pencabutan sanksi terhadap Iran, setahu saya, tidak semua orang di Amerika Serikat ingin melakukannya atau mengambil keputusan untuk mencabut sanksi. Saya hanya bisa berharap negosiasi ini berhasil. Tetapi sangat mungkin negosiasi ini akan mengambil arah yang berbeda,” pungkasnya. (Tribun-Video.com)
Foto 1: Rusia memperingatkan masyarakat internasional tentang ambisi Iran (Tribun Network)
Foto2: Iran berpotensi mempersenjatai Selat Bab al-Mandab.(Tribun Network)
Foto3: Jika itu terjadi, jalur tersebut dikhawatirkan bakal menjelma menjadi ‘senjata termonuklir’ baru bagi Iran.(Tribun Network)








