Jakarta, jelajahpenanews. Com — Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., memperkuat sinergi dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Komitmen tersebut disampaikan saat menerima audiensi Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal beserta jajaran di Lobby Utama Gedung Mabes Polri, Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Kerja sama ini berfokus pada edukasi bahaya narkotika melalui penguatan program Integrasi Kurikulum Anti Narkotika (IKAN) dan percepatan pembentukan Desa Bersinar (Bersih Narkoba) di seluruh Indonesia. Langkah ini diambil guna menekan angka kejahatan konvensional seperti pencurian, tawuran, dan kejahatan jalanan yang kerap dipicu oleh penyalahgunaan narkoba dan miras.
Selain pencegahan narkotika, Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., turut memperkenalkan program Poliran (Polisi Peduli Pengangguran). Melalui peran Bhabinkamtibmas dan pendamping desa, masyarakat yang belum bekerja, termasuk warga pascarehabilitasi narkoba akan didata, diberi pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK), lalu disalurkan ke dunia kerja agar kembali produktif dan terhindar dari penyalahgunaan narkoba berulang.
Program terpadu ini juga melibatkan Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, serta dunia usaha guna menurunkan angka kriminalitas dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif dari tingkat desa.








