Sumpah Pemuda Sebuah Perjalanan Panjang Menuju indonesia Jaya.‎

Red JPN

‎Oleh Asfan Mukhlis (Pimpinan Redaksi)
‎
Surabaya. Jelajahpenanews. Com – ‎Sembilan puluh delapan tahun yang lalu, di tengah kegelapan zaman penjajahan, sekelompok pemuda berkumpul dan mengucapkan janji suci: satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa Indonesia. Saat itu mereka menghadapi keterbatasan yang luar biasa, namun semangat persatuan tidak pernah padam di dada mereka.
‎
‎Kini, warisan itu diteruskan kepada kita. Kita hidup di tengah era digital yang membuka pintu‑pintu luas informasi dan peluang, sekaligus membawa tantangan besar: arus berita yang cepat menyebar, hoaks yang memecah belah, persaingan yang semakin ketat, serta keterbatasan ekonomi yang masih menjadi beban bagi banyak keluarga dan pemuda di seluruh negeri. Banyak pemuda berbakat yang memiliki gagasan cemerlang, namun terhalang oleh keterbatasan sarana dan dana untuk mewujudkan impian mereka. Ada yang terjebak dalam arus media sosial yang hanya membagi pendapat, bukan membangun kemajuan bersama.
‎
‎Namun, semangat Sumpah Pemuda tidak pernah berarti menyerah pada keadaan. Sumpah yang diucapkan tahun 1928 bukanlah kenangan masa lalu yang hanya kita rayakan sekali setahun. Ia adalah panggilan untuk bertindak di masa sekarang: meskipun sumber daya terbatas, meskipun arus informasi terkadang membingungkan, kita tetap berdiri bersatu sebagai bangsa Indonesia.
‎
‎Mari kita jadikan kemajuan digital sebagai alat untuk membuka jalan keluar dari keterbatasan: berbagi pengetahuan, menciptakan usaha baru, menyuarakan kebenaran, dan membangun jaringan persaudaraan antar pemuda dari Sabang sampai Merauke. Jangan biarkan perbedaan pendapat di dunia maya memisahkan kita. Jangan biarkan keterbatasan ekonomi membuat kita putus asa dan berhenti berusaha.
‎
‎Dengan semangat Sumpah Pemuda ke‑98, mari kita pegang teguh janji leluhur: bersatu menghadapi tantangan zaman, berdaya di tengah keterbatasan, dan berkarya untuk Indonesia yang lebih baik.
‎
‎INDONESIA MAJU, BERSATU, BERKARYA
‎
‎Editorial Mukhlis
‎
‎

Bagikan