Jakarta. Jelajahpenanews. COM – Indonesia memiliki banyak jenderal TNI yang menorehkan prestasi luar biasa. Tidak hanya sukses meniti karier di lingkungan militer, beberapa di antaranya juga dipercaya mengemban jabatan strategis di pemerintahan. Bahkan, ada yang berhasil mencapai puncak kepemimpinan nasional sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.
Berikut empat jenderal TNI yang dikenal memiliki karier cemerlang dan memberikan kontribusi besar bagi bangsa.
- Jenderal TNI (Hor) Susilo Bambang Yudhoyono
Jenderal TNI (Hor) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merupakan salah satu lulusan terbaik Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) tahun 1973. Semasa menjadi taruna, ia berhasil meraih penghargaan bergengsi Adhi Makayasa, yang diberikan kepada lulusan terbaik.
Karier militernya terus menanjak hingga dipercaya memimpin Indonesia sebagai Presiden Republik Indonesia ke-6 selama dua periode, yakni 2004–2009 dan 2009–2014. Hingga kini, SBY menjadi satu-satunya lulusan Akabri/Akmil yang berhasil menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.
Sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara, SBY dianugerahi pangkat kehormatan Jenderal TNI saat menjabat sebagai Presiden.
- Jenderal TNI (Purn.) H. Umar Wirahadikusumah
Jenderal TNI (Purn.) H. Umar Wirahadikusumah mencapai puncak kariernya ketika dipercaya menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia mendampingi Presiden Soeharto pada periode 1983–1988.
Meski penunjukannya sempat dianggap mengejutkan oleh sebagian kalangan, Umar dikenal sebagai sosok yang rendah hati, berintegritas, dan sangat dihormati. Ia termasuk salah satu tokoh penting pada masa Orde Baru yang secara terbuka mendorong pemberantasan korupsi.
Sebagai pribadi yang religius, Umar meyakini bahwa nilai-nilai agama dapat menjadi landasan dalam membangun pemerintahan yang bersih. Ia juga kerap melakukan inspeksi mendadak, bahkan terkadang secara penyamaran, untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat dan efektivitas kebijakan pemerintah. Selama menjabat sebagai Wakil Presiden, ia juga mengadakan kegiatan doa bersama secara rutin di Istana Wakil Presiden.
- Letnan Jenderal TNI Romulo Robert Simbolon
Letnan Jenderal TNI Romulo Robert Simbolon lahir di Pulau Samosir, Sumatera Utara, pada 17 Oktober 1951. Ia masuk Akabri pada tahun 1970 dan dilantik sebagai perwira pada 11 Desember 1973.
Romulo dikenal sebagai salah satu jenderal reformis di lingkungan TNI AD. Saat Letjen TNI Agus Wirahadikusumah menjabat sebagai Pangkostrad pada tahun 2000, Romulo dipercaya mengemban jabatan sebagai Kepala Staf Kodam Jaya (Kasdam Jaya).
Sebelumnya, ketika masih berpangkat Letnan Kolonel, Romulo termasuk salah satu perwira potensial yang dipersiapkan oleh Jenderal TNI L.B. Moerdani untuk menduduki jabatan-jabatan strategis. Ia juga menempuh pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) sebelum dipercaya menjadi Komandan Batalyon Infanteri 203/Arya Kemuning.
Menjelang akhir masa pengabdiannya, Romulo menjabat sebagai Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan pada periode 2008–2009 sebelum memasuki masa purnatugas.
- Letnan Jenderal TNI Cornel Simbolon
Letnan Jenderal TNI Cornel Simbolon lahir di Samosir, Sumatera Utara, pada 14 Juli 1951. Ia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1973 dari kecabangan Infanteri.
Selama mengabdi di TNI Angkatan Darat, Cornel dipercaya menduduki berbagai jabatan penting. Puncak karier militernya diraih saat menjabat sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad) pada periode 2007–2008.
Dedikasi, kepemimpinan, dan profesionalismenya menjadikan Cornel Simbolon sebagai salah satu perwira tinggi yang memiliki peran penting dalam perkembangan organisasi TNI Angkatan Darat.
Keempat tokoh tersebut membuktikan bahwa dedikasi, integritas, dan kepemimpinan yang kuat mampu membawa seorang prajurit meraih prestasi tertinggi, baik di lingkungan militer maupun dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.
Sumber : Okezone.com








