Jelang Dicopot, Purbaya Ungkap Dugaan Oknum Pajak Bermain dengan Pabrik Baja China, Utang Pajak Capai Rp1 Triliun

Red JPN

Jakarta. Jelajahpenanews. Com – Sobat Rakyat, beberapa jam sebelum dicopot dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa sempat mengungkap persoalan serius di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak.

Dalam rapat bersama Komite IV DPD RI pada Senin, 14 September 2026, Purbaya mengaku mencurigai adanya oknum pegawai pajak yang bermain dalam proses pemeriksaan perusahaan.

Kecurigaan itu muncul setelah Purbaya menyoroti sekitar 40 perusahaan atau pabrik baja asal China yang disebut memiliki kewajiban pajak yang belum dibayarkan secara penuh.

Menurut Purbaya, persoalannya bukan hanya mengenai besarnya kewajiban pajak. Ia mengaku heran karena setelah dirinya memerintahkan agar perusahaan-perusahaan tersebut diperiksa, ternyata tidak satu pun pemeriksaan dilakukan.

Purbaya kemudian mempertanyakan bagaimana mungkin perintah pemeriksaan yang sudah diberikan tidak dijalankan oleh jajaran di bawahnya.

Ia pun mencurigai adanya kemungkinan permainan oknum di lingkungan perpajakan yang membuat perusahaan-perusahaan tersebut tidak tersentuh pemeriksaan sebagaimana mestinya.

Nilai kewajiban pajak yang menjadi sorotan disebut mencapai sekitar Rp1 triliun.

Pernyataan ini tentu menarik perhatian, karena menyangkut potensi penerimaan negara dalam jumlah besar sekaligus integritas aparat perpajakan.

Namun perlu digarisbawahi, dugaan adanya permainan oknum tersebut masih merupakan kecurigaan yang disampaikan Purbaya dan bukan berarti seluruh pegawai pajak terlibat. Dugaan keterlibatan pihak tertentu juga tetap membutuhkan pemeriksaan dan pembuktian lebih lanjut.

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, mengapa perusahaan-perusahaan yang disebut memiliki kewajiban pajak besar tersebut tidak diperiksa meski sudah ada perintah dari Menteri Keuangan?

Dan apakah benar ada oknum yang sengaja membuat proses pemeriksaan tidak berjalan?

Jika benar ditemukan permainan, tentu persoalannya bukan sekadar soal pajak yang belum dibayar. Ini menyangkut potensi kerugian negara dan kepercayaan publik terhadap institusi perpajakan.

Menariknya lagi, pengungkapan tersebut disampaikan Purbaya hanya beberapa jam sebelum dirinya dicopot dari posisi Menteri Keuangan.

Kini publik tentu menunggu: apakah dugaan tersebut akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan internal dan penegakan hukum, atau justru berhenti sebagai pernyataan dalam rapat?

Sebab kalau benar ada potensi penerimaan negara hingga Rp1 triliun yang tidak tertagih akibat permainan oknum, kasus ini jelas bukan persoalan kecil.

PurbayaYudhiSadewa #Pajak #DirektoratJenderalPajak #PabrikBajaChina #RakyatUpdate

Bagikan