TNI AU-RAAF Tingkatkan Kemampuan Penanggulangan Bencana lewat Latma Rajawali Ausindo.

Red JPN

Jakarta. Jelajahpenanews. Com – Di tengah ancaman bencana alam yang kerap melanda kawasan Asia Pasifik, kerja sama lintas negara menjadi kunci utama dalam menyelamatkan nyawa. Inilah yang tergambar jelas dalam latihan bersama Rajawali Ausindo 2025, sebuah kolaborasi strategis antara TNI Angkatan Udara dan Royal Australian Air Force.

Latihan ini bukan sekadar rutinitas militer, melainkan sebuah simulasi nyata untuk menghadapi situasi darurat kemanusiaan. Dibuka secara resmi di Lanud Sam Ratulangi oleh Ripdho Utomo dan Nicholas Bourke, kegiatan ini menjadi simbol kuatnya hubungan bilateral Indonesia dan Australia dalam bidang pertahanan dan kemanusiaan.

Dengan mengusung fokus pada Operasi Bantuan Kemanusiaan dan Penanggulangan Bencana (HADR), latihan ini dirancang untuk meningkatkan kesiapan, interoperabilitas, dan koordinasi kedua angkatan udara. Para personel tidak hanya dilatih untuk bergerak cepat, tetapi juga untuk berpikir taktis dalam kondisi penuh tekanan.

Dalam skenario latihan, para peserta dihadapkan pada situasi dramatis: letusan gunung berapi di Pulau Morotai yang memutus akses darat dan mengisolasi wilayah terdampak. Dari sinilah kemampuan nyata diuji. Personel gabungan dikerahkan untuk menyalurkan bantuan melalui udara menggunakan metode Container Delivery System (CDS) dan Low Cost Aerial Delivery System (LCADS) teknik distribusi logistik yang presisi dan efisien di tengah keterbatasan akses.

Tak hanya itu, latihan juga mencakup evakuasi medis udara atau Airmedical Evacuation (AE). Dalam simulasi ini, korban bencana dipindahkan dengan cepat dari zona krisis menuju fasilitas kesehatan di Manado, menuntut koordinasi tinggi dan ketepatan prosedur di setiap detiknya.

TNI AU mengerahkan kekuatan dari Skadron Udara 31 yang berbasis di Halim Perdanakusuma, sementara RAAF menghadirkan personel dari No. 37 Squadron. Latihan tidak hanya terpusat di Manado, tetapi juga meluas hingga Lanud Leo Wattimena, memperluas cakupan operasional dan kompleksitas latihan.

Yang membuat Rajawali Ausindo 2025 semakin penting adalah peningkatan tingkat kesulitannya. Kedua negara sepakat untuk mengintegrasikan prosedur, memperdalam pemahaman operasional, serta memastikan setiap personel mampu bekerja dalam satu sistem yang solid dan terpadu.

Lebih dari sekadar latihan militer, Rajawali Ausindo adalah representasi nyata bahwa di tengah bencana, batas negara menjadi tidak relevan. Yang ada hanyalah satu tujuan: menyelamatkan manusia, secepat dan seefektif mungkin

Bagikan