‎Ribuan Tentara AS Pulang dari Irak & Afghanistan tanpa kaki dan tangan, Trump : itu Semua Ulah Iran.

Red JPN



‎Jakarta. Jelajahpenanews. Com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding Iran bertanggung jawab atas ribuan cedera parah yang dialami tentara Amerika Serikat, termasuk amputasi kaki dan tangan akibat bom pinggir jalan (roadside bombs) di Irak dan Afghanistan.

‎Dalam pidatonya pada 9 Maret 2026 di Trump National Doral Miami Hotel, Florida, Trump menyampaikan pernyataan yang langsung menjadi perhatian publik.


‎ Ia mengatakan, “Ketika kamu melihat orang-orang berjalan di jalan tanpa kaki, tanpa lengan, atau wajah mereka hancur parah, itu ulah Iran.”

‎Melalui pernyataan lain yang dikutip dari akun X @DonaldJTrumpPosts (TruthSocial), Trump menegaskan bahwa militer AS telah mengalami 47 tahun horor dengan kelompok ini. Semua orang yang tewas akibat roadside bombs itu sebagian besar, 95 persen, berasal dari Soleimani (mantan Komandan Pasukan Quds) dan Iran.

‎Trump menggunakan sejarah konflik lama untuk memperkuat argumen bahwa Iran telah menjadi ancaman besar bagi pasukan AS selama hampir setengah abad.



‎Berdasarkan data dari Departemen Pertahanan AS, selama perang di Irak (2003-2011) dan Afghanistan (2001-2021), bom pinggir jalan (roadside bombs) atau Improvised Explosive Devices (IED) memang menjadi penyebab utama kematian dan cedera parah pada tentara AS.



‎Ribuan veteran Amerika mengalami amputasi kaki, tangan, atau luka berat lainnya akibat ledakan (roadside bombs) tersebut. Intelijen AS menuduh Iran memasok komponen canggih untuk bom-bom itu melalui kelompok proxy-nya, namun Iran membantah tuduhan tersebut.

Bagikan