Presiden Prabowo diminta copot Direktur Jendral Bea dan Cukai , Djaka Budhi Utama .

Red JPN


Jakarta. jelajahpenanews. com – Pengusaha rokok sekaligus pemilik Bandar Rokok Nusantara Global Grup (BARONG Grup), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau yang akrab disapa Gus Lilur, mendesak Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi Direktur Jenderal Bea dan Cukai ,Djaka Budhi Utama, menyusul munculnya nama pejabat tersebut dalam persidangan kasus dugaan suap yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


‎Menurut Gus Lilur, sorotan terhadap Djaka Budhi Utama tidak dapat dilepaskan dari fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat terkait perkara dugaan suap importasi barang.


‎“Kita ingin seluruh pembantu Presiden betul-betul membantu Presiden. Tapi saya melihat pembantu Presiden yang satu ini, Dirjen Bea Cukai, tidak membantu. Malah bikin malu Presiden,” kata Gus Lilur dalam keterangannya, Minggu 14 Juni 2026.

Bagikan