Prabowo: Masih Belum Ada Profesor-profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya

Red JPN

Jakarta. Jelajahpenanews. COM – Presiden Prabowo Subianto kembali menyoroti praktik underinvoicing atau pelaporan nilai ekspor palsu oleh oknum pengusaha yang dinilai telah menguras kekayaan negara selama puluhan tahun. Dalam pidatonya di Bangkalan, Selasa (23/6/2026), Presiden mengklaim bahwa analisis yang ia tulis dalam bukunya belasan tahun lalu tentang kebocoran kekayaan Indonesia ke luar negeri hingga kini belum berhasil dibantah oleh profesor ekonomi mana pun. Berdasarkan data UN Comtrade PBB, ia memaparkan bahwa selama 34 tahun terakhir, Indonesia telah mengalami kerugian fantastis mencapai 908 miliar dolar AS atau sekitar Rp 15.000 triliun akibat praktik curang tersebut.

Presiden menganalogikan kondisi ini layaknya tubuh yang kehilangan darah setiap hari namun dipaksa untuk terus berdiri. Ia menegaskan bahwa inilah akar masalah mengapa pertumbuhan ekonomi Indonesia selama ini tidak berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan rakyat secara merata. Dengan mengandalkan data konkret tersebut, Presiden Prabowo bertekad untuk terus membenahi sistem tata kelola ekonomi nasional agar kekayaan Tanah Air tidak terus mengalir keluar negeri, melainkan benar-benar dimanfaatkan untuk kemakmuran seluruh masyarakat Indonesia.

Pojoksatu #PrabowoSubianto #EkonomiIndonesia #Underinvoicing #KebocoranNegara #InfoNasional #BeritaTerkini #EkonomiRakyat #KedaulatanEkonomi #InfoPenting #pojokbekasi

Bagikan