SURABAYA , jelajahpenanews.com – Menyebut nama ‘Kolopaking’ orang langsung ingatnya nama ‘Novia”. Novia Kolopaking.
Orang suka ngira, Kolopaking adalah gelar dari Makasar. Padahal dari Kebumen dan Banjarnegaa
Karena pemilik nama ‘Kolopaking’ adalah Raden Bagus Kertawangsa, yang jaman dulu jadi Ngabehi Panjer. Panjer adalah awal mula Kebumen.
Bagus Kertawangsa kala itu dianggap berjasa, ketika Raja Mataram sakit, diberinya kelapa tua untuk diminum airnya.
Ternyata, setelah minum air kelapa tua itu, Sunan Amangkurat I sembuh, hingga Ngabehi Kertawangsa diberi hadiah.
Hadiah pertama adalah anak perempuan raja untuk menjadi istrinya, yaitu Kleting Abang.
Hadiah kedua adalah diberi pangkat Tumenggung dengan gelar nama ‘Kalopo Aking’.
Kalopo Aking artinya adalah “kelapa kiring” atau kelapa yang tua.
Dari “kalopo aking” itulah lidah Jawa kepleset-kepleset menjadi ‘klopoaking’ akhirnya jadi ‘kolopaking’.
Novia Kolopaking adalah anak Suprapto Kolopaking, cucu Soedjono Kolopaking, cicit Tumenggung Kolopaking VI.
Silsilah ke atasnya, dari Tumenggung Kolopaking VI sampai di Ngabehi Kertawangsa sang Kolopaking I.








