Libanon. Jelajahpenanews. Com – Ratusan korban dilaporkan gugur dan terluka dalam serangan besar yang menghantam Lebanon, ketika situasi kawasan kembali memanas. Serangan udara skala besar disebut menjadi yang paling intens dalam beberapa waktu terakhir, menghantam banyak titik dan memicu kepanikan warga sipil.
Di tengah ketegangan ini, muncul perbedaan pernyataan dari pihak internasional. Perdana Menteri Pakistan sebelumnya menyebut bahwa gencatan senjata antara Iran dan Amerika mencakup seluruh wilayah, termasuk Lebanon. Namun, pernyataan tersebut dibantah oleh pihak lain.
Presiden Amerika, Donald Trump, menegaskan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata tersebut, dan menganggap konflik di Lebanon sebagai situasi terpisah.
Perbedaan pandangan ini memicu reaksi keras dari Iran yang melihat serangan ke Lebanon sebagai pelanggaran terhadap upaya perdamaian yang sedang berjalan. Ketegangan pun semakin meningkat dan berpotensi memperluas konflik di kawasan.
Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun ada upaya gencatan senjata, realitas di lapangan masih jauh dari kata damai, terutama bagi rakyat Lebanon yang terus menjadi korban di tengah tarik-menarik kepentingan global.
Sumber: Reuters, The Guardian, Pakistan Today, Medsos PM Pakistan, Gazaupdate








