Ko Ping Hoo itu nama pena paling terkenal buat cerita silat/cersil Indonesia era 60-90an bro. Nama aslinya beda.Riwayat Hidup Ko Ping Hoo

Reporter : Gombloh

Surabaya . jelajahpenanews.com –

1. Nama Asli & Masa Kecil

Nama asli: Nio Hoe An / Nio Joe Lan

Lahir: 31 Agustus 1926 di Pekalongan, Jawa Tengah.

Wafat: 19 Maret 1996 di Jakarta, umur 69 tahun.

Dia keturunan Tionghoa. Sejak kecil udah suka baca roman silat Mandarin kayak karya Jin Yong & Gu Long. Tapi gak fasih bahasa Mandarin tulis, jadi dia belajar dari versi terjemahan.

2. Sebelum Jadi Penulis Silat

Ko Ping Hoo awalnya wartawan.

Tahun 1950-an dia kerja di surat kabar Sin Po di Jakarta sebagai reporter & redaktur.

Di situ dia mulai nulis cerpen, esai, sampai roman. Tapi belum silat.

Jurusannya dulu: nulis berita, tapi hobi bacanya roman Wuxia. Jadi ilmunya nyampur.

3. Awal Menjadi Penulis Cerita Silat “Ko Ping Hoo”

Nama “Ko Ping Hoo” diambil dari nama 2 tokoh: “Ko” dari Kuo Cheng, “Ping” dari Ping An, “Hoo” dari Ho Tek.

Debut cerita silat: “Pendekar Rajawali Sakti” tahun 1955. Dimuat bersambung di majalah Liberty.

Langsung meledak. Orang Indonesia waktu itu haus bacaan silat, tapi karya Jin Yong belum banyak diterjemahin. Nah Ko Ping Hoo ngisi kekosongan itu.

Ciri khas tulisannya:

  1. Banyak tokoh utama, bukan 1 jagoan aja. Ada aliansi, perguruan, intrik.
  2. Ilmu kanuragan dibikin detail: jurus, senjata, titik meridian.
  3. Cerita panjang banget, 1 seri bisa 20-30 jilid tebel.
  4. Setting Tionghoa klasik, tapi nilai ceritanya nyentuh: kesetiaan, balas budi, cinta terlarang.

4. Karya Paling Terkenal

Yang bikin namanya legenda:

  1. Bu Kek Siansu / Pendekar Super Sakti – 108 jilid. Ini mahakaryanya.
  2. Pendekar Rajawali Sakti
  3. Serial Naga Sakti / Pedang Naga Puspa
  4. Putra Dewa Matahari
  5. Pendekar Hina Kelana

Total dia nulis >100 judul, >1000 jilid buku. Gokil produktifnya.

Zaman 70-90an, hampir tiap kios buku di pasar ada novel Ko Ping Hoo. Banyak yang baca sambil ngantri warung.

5. Masa Akhir Hidup & Wafat

Tahun 1990-an, era cerita silat mulai turun karena ada TV, VCD, internet.

Kesehatan Ko Ping Hoo juga menurun. Dia kena stroke & diabetes.

Wafat: 19 Maret 1996 di Jakarta karena sakit stroke. Dimakamkan di TPU Tanah Kusir.

Setelah beliau wafat, banyak penulis lain nerusin “semesta” Ko Ping Hoo, tapi pembaca sejati tetep bilang: gaya tulisan Ko Ping Hoo gak ada yang bisa gantiin.

Kenapa dia dikenang?

Karena dia yang bikin “sastra silat berbahasa Indonesia” jadi industri sendiri. Sebelum dia, cersil Indonesia masih dikit. Berkat Ko Ping Hoo, anak-anak 70-90an jadi kenal jurus “Tangan Besi”, “Pedang Naga Puspa”, “Ilmu 9 Matahari”.

Kamu dulu pernah baca seri Ko Ping Hoo yang mana bro? Bu Kek Siansu paling banyak yang kangen 😄

Ko Ping Hoo itu nama pena paling terkenal buat cerita silat/cersil Indonesia era 60-90an bro. Nama aslinya beda.

Bagikan