Jakarta. Jelajahpenanews. COM – Yang sabar ya mas Roy. Selama ini kamu dininabobokkan pujian dari pendukungmu yang menganggapmu sebagai pejuang bahkan menobatkanmu menjadi pahlawan. Ketenaran dan limpahan materi mungkin bs memuaskanmu sesaat, apalagi jika kamu berada di lingkar politisi & kepentingan.
Tapi ternyata semua itu pujian semu. Saat lagi susah seperti sekarang kamu cuma bisa menjalani sendirian. Kamu harusnya kan sudah tau konsekuensi dari perbuatan melawan hukum.
Dari kejauhan mereka hanya bilang kasihan, sambil membantu memberimu donasi sekedarnya utk menjalani sidang2 yang ujung2nya sudah bisa ditebak harus mendekam di penjara. Lama sih mungkin nggak karena bantuan donasi2 kawan2 politisimu bisa meringankan hukuman, tapi tetap saja kamu harus berpisah dengan keluarga dan kerabat.
Yang gue heran, kamu itu kan punya istri, anak, sepupu, ponakan, kakak-adik ipar, ortu, kakek nenek, paman, tante, bibi, temen2, kolega, kerabat yang tidak terkait politik, apa tidak satu pun dari mereka yang pernah mengingatkanmu, “Mas, Oom, Dik, tinggalkan lah cara mendapatkan materi dan ketenaran dgn cara-cara melempar isu, fitnah, dan ujaran kebencian etc etc…….?”
Jika pernah, harusnya kamu mendengarkan suara2 itu, bukan jempol2 palsu di medsos, bukan juga suara2 dan tepuk tangan di kerumunan atau di balik sorot kamera dunia yg palsu itu.








