BUATMU YANG SELALU MENGANGGAP PAK PRABOWO SALAH…

Red JPN

Jakarta. Jelajahpenanews. COM – Kemarin saya membaca Berita ini. Upaya paksa Pemerintah menyita kembali Aset Negara. Hotel Sultan sudah habis HGB-nya.

Justru yang cukup menarik adalah beberapa komentar Netizen yang memaki-maki Pak Prabowo. Menganggap Pak Prabowo bersikap otoriter.

Bahkan ada yang menulis “Selamat Datang Neo Orba”

Syukurnya masih lebih banyak Netizen kita yang lebih waras. Kemungkinan sekarang sudah lebih 58 persen.

Mereka berupaya menjelaskan kalau yang disita itu adalah Lahan Milik Negara. Hotel Sultan itu milik Keluarga Ibnu Sutowo. Silahkan cari tahu siapa Ibnu Sutowo.

Kayak uang halal aja dia bisa membangun Hotel itu dulunya…

Saya sih curiga. Kalau Presidennya bukan Pak Prabowo. Belum tentu Negara bisa bersikap tegas dan bisa mengambil kembali Hotel Sultan.

Tapi kan Presidennya Pak Prabowo. Jangankan Klan Ibnu Sutowo. Riza Chalid aja disikat!

Pak Prabowo itu bisa bersikap keras dan tegas terhadap lawan yang seimbang. Tapi tetap sayang dan kasihan kepada rakyat kecil yang memusuhinya.

Cuma kadang rakyat-rakyat jelata ini yang tidak tahu diri.

Kurang bermusuhan apa si Tukang Survey yang mengajak mengkudeta Pemerintahan Pak Prabowo?

Tetap aman toh, ngga diapa-apain?

Kurang bermusuhan apa Feri Amsari, terus Babi yang bikin film Pesta Babi. Semua aman dan tetap hidup nyaman.

“Tapi ada kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus…”

Saya kira tidak ada hubungannya dengan kritikan dan bahkan caci-maki ke Pak Prabowo.

Silahkan cari tahu apa selama ini yang dikritik oleh Andrie Yunus. Masalah Militer khususnya peradilan militer kan?

Saya sudah bilang. Silahkan caci-maki Pak Prabowo, silahkan bully. Tapi hati-hati kalau berhadapan dengan institusi coklat dan ijo!

Saya tidak bilang isinya semua jahat. Tapi namanya sebuah institusi, bahkan institusi keagamaan sekalipun, pasti ada oknum orang jahatnya.

Pasti ada juga sebagian yang sangat mencintai institusinya. Ngga rela institusinya direndahkan dan dikritik.

Jadi tidak ada hubungannya dengan kritikan kepada Pak Prabowo.

Coba kasih tahu saya apa kritikan si Andrie Yunus yang viral kepada Pak Prabowo?

Ngga ada!

Bahkan jarang yang kenal nama Andrie Yunus diantara pengkritik dan pendukung Pak Prabowo selama ini. Termasuk saya.

Masih lebih terkenal lagi bocah pengidap NPD yang mengubah nama Pak Prabowo jadi Prabodoh Subiantolol itu.

Buktinya si Bocah NPD juga aman aja. Anak itu aja yang super ke-GR-an. Lihat GPS di mobil merasa diawasi Intelijen.

Kalau Tukang bakso lewat rumahnya anak itu merasa di inteli. Kalau Telkom bikin Proyek galian dekat rumahnya merasa jadi bagian dari pengawasan untuk dia.

Saya sih khawatir kalau bocah itu tiba-tiba mati karena setiap hari ketakutan sendiri. Ntar Pemerintah lagi yang disalahkan.

Padahal sekali lagi, Pak Prabowo ngga pernah memproses hukum orang-orang yang bolak-balik mencaci-makinya.

Kalau Pak Prabowo pendendam, si Tukang Survey udah bisa ditangkap karena jelas dan lugas mengajak makar.

Kalau Pak Prabowo pendendam, Agum Gumelar, Hendro, dan banyak lagi tokoh militer yang menyebutnya gila sekarang bisa masuk penjara.

Kalau Pak Prabowo mau di Bocah NPD dibungkam, ngga perlu pakai intel-intelan. Dia memaki-maki Pak Prabowo sudah bisa langsung ditangkap polisi.

Tapi semua tidak ada masalahkan?

Pak Prabowo cuma melawan dan membungkam para mafia yang selama ini merasa berkuasa. Lebih berkuasa dari Negara.

Sekedar info :
Sudah ada yang tahukah kenapa sekarang harga Sawit kembali membaik setelah beberapa minggu harganya jatuh setelah Pemerintah memutuskan Ekspor CPO satu Pintu?

Para Pengusaha dan Pemilik PKS (Pabrik Kelapa Sawit), awalnya melawan. Tidak mau membeli TBS dari Petani. Harga hancur.

Pemerintah langsung menyurati PKS-PKS, akan memproses hukum dan melaporkan ke Polisi kalau PKS-PKS tetap mau bermain.

Langsung harga TBS naik dan membaik. Puluhan juta Petani Sawit terselamatkan.

Ya, Pak Prabowo mungkin keras dan tegas. Bahkan mungkin terkesan otoriter.

Tapi itu kepada para Konglomerat. Kepada para Cukong. Kepada para Mafia. Semua yang selama puluhan tahun menikmati sendiri kekayaan alam bangsa ini.

Pak Prabowo memaksa para Pengusaha dan Para Eksportir Tambang dan CPO wajib ekspor lewat DSI. Biar ngga bisa curang dan bermain harga.

Ya, itu otoriter!

Pak Prabowo menyita paksa 4-5 juta hektar lahan Sawit yang melanggar hukum dan ijin.

Ya, itu otoriter!

Pak Prabowo memaksa PKS agar kembali membeli TBS para Petani Sawit

Ya, itu otoriter!

Tapi otoriternya Pak Prabowo kepada lawan yang seimbang.

Bukan kepada rakyat jelata. Termasuk kamu-kamu yang suka menghujat. Merasa hebat. Maki-maki Presiden dan tidak diapa-apain.

Bukan kamu yang hebat. Tapi Presiden yang hebat. Tetap sayang dan justru kasihan samamu.

Tidak perduli seberapa keji caci-maki dan fitnahanmu. Presiden tetap fokus berjuang mensejahterakan rakyat khususnya para Petani sekarang.

Coba tanya Petani Karet. Puluhan tahun cuma bisa jual 6rb-7rb perkilo. Sekarang bisa 16-17 ribu perkilo.

Harga Sawit kedepan saya yakin bakal tembus 5000 perkilo.

Petani Padi sekarang sudah bisa tertawa. Bisa menyekolahkan anak dan menguliahkannya. Walaupun si anak bukannya kuliah malah asyik menghujat Pemerintah.

Kalian yang di kota-kota sabar dulu. Kalau Desa sudah sejahtera, kedepan masyarakat Kota juga akan sejahtera.

Kalau tidak sabar, mulih balik ke desa. Bertani, berkebun, atau jadi Peternak, kedepan masa depannya bisa cerah. Kalau ngga punya desa silahkan daftar jadi Transmigran.

Kalau semua ngga mau, ya silahkan Kabur aja dulu. Pemerintah mempersilahkan.

Tapi jangan Kabur ke Rusia, China dan Singapura. Di sana ngga bebas maki-maki Presiden.

Kabur aja ke Vietnam, biar sekalian gila pas belajar bahasa vietnamnya, ha..ha..ha…

TY

Bagikan