Jakarta. Jelajahpenanews. Com – Situasi politik nasional meman4s di tengah bulan kemerdekaan. Di tengah maraknya rumor gerakan m4ssa dan seruan turun ke jalan pada Agustus ini, Brigadir Jenderal (Purn) TNI Purnomo melontarkan pandangan taj4m terkait peta kekuatan politik, potensi inst4bilitas, hingga posisi strategis Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menjaga kedaulatan negara.
Dalam wawancara eksklusif bersama kanal MADILOG, mantan Direktur di Bais dan BIA tersebut membed4h berbagai persoalan krusi4l—mulai dari bayang-bayang olig4rki, pengelolaan sumber daya alam, hingga dinamika hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan pendahulunya.
- Anc4man Kudet4 dan Sikap Tegas TNI terhadap Konstitusi
Menanggapi dinamika politik yang berkembang dan spekulasi mengenai suksesi kepresidenan jika terjadi hal-hal di luar dugaan, Haik Purnomo menegaskan bahwa TNI akan selalu memegang teguh S4pta M4rga, Sump4h Pr4jurit, serta setia kepada negara kesatuan yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Ketika ditanya secara terbuka mengenai kemungkinan langkah TNI apabila terjadi kris1s kepemimpinan yang melibatkan Gibran Rakabuming Raka, ia menyatakan pandangannya dari perspektif milit3r. Meski demikian, ia menekankan bahwa doktr1n utama TNI adalah membela kedaulatan negara dan keselamatan rakyat di atas segalanya, serta mengawal konstitusi secara murni dan konsekuen.
- #Sorotan terhadap Olig4rki dan Pengelolaan Sumber Daya Alam
Purnomo menyoroti bahwa ketegangan #politik saat ini tidak lepas dari kebijakan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang berani menata ulang dan mengamankan kembali kendali atas sumber daya alam nasional. Menurutnya, langkah tegas ini memicu reaksi dari kelompok-kelompok olig4rki dan pihak tertentu yang merasa dirugikan setelah bertahun-tahun menikmati keleluasaan ekonomi tanpa transparansi yang memadai.
Ia juga menyinggung berbagai persoalan ekonomi era sebelumnya, termasuk temuan PPATK terkait proyek strategis nasional (PSN) yang dinilai memerlukan audit dan penegakan hukum yang transparan agar tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat yang sedang menghadapi tek4nan ekonomi.
- Isu “Kud4 Troy4” di Lingkaran Kekuasaan
Mantan petinggi intelijen tersebut mengingatkan pentingnya pengawasan #internal terhadap apa yang ia sebut sebagai “Kud4 Troy4″—pihak-pihak di dalam sistem pemerintahan yang dinilai tidak sepenuhnya sejalan dengan visi #prorakyat Presiden Prabowo. Menurutnya, pemerintahan saat ini harus berani mengambil sikap of3nsif dalam menegakkan hukum terhadap para kor*ptor dan menertibkan kebijakan yang langsung menyentuh kesejahteraan rakyat, seperti program makan bergizi gratis dan perlindungan terhadap pelaku usaha kec1l.
- Menjaga Netralitas dan Kew4spadaan Int3lijen Menghadapi Agustus
Terkait mar4knya pesan ber4ntai dan seruan aksi m4ssa di media sosial menjelang pertengahan Agustus, Purnomo menilai bahwa aparat keamanan dan int3lijen tentu telah membaca potensi keraw4nan tersebut. Namun, ia mengingatkan agar penanganan keamanan tidak terjebak pada kecurigaan berlebihan terhadap aspirasi murni rakyat.








