Jakarta. Jelajahpenanews. Com – Walau pun hanya rumor, tapi mulai terasa panas. Sejumlah jenderal bintang empat ditahan di Mabes Polri. Kalian mungkin menerima pesan WA yang beredar luas itu. Benarkah semua itu? Mari kita ungkap sambil seruput Koptagul, wak!
Kalau Sherlock Holmes masih hidup, mungkin dia sudah terbang ke Jakarta. Bukan untuk mencari Moriarty, melainkan membongkar misteri jenderal bintang empat dikabarkan diamankan Divisi Propam Mabes Polri. Ini bukan kasus maling ayam. Ini urusan jenderal. Salah sedikit, bisa-bisa kaca pembesar Holmes ikut berkeringat.
Awalnya, sebuah pesan WA beredar di grup tertutup. Isinya bikin mata melotot: Listyo Sigit Prabowo, mantan Kapolri yang sekarang menjabat Kepala Staf Presiden (KSP), dikabarkan ikut diamankan bersama sejumlah jenderal. Nama Ahrie Sonta, Eko Hadi Santoso, dan Ferly Hediyat ikut disebut. Dugaan yang beredar? Penyadapan Istana!
Waduh! Kalau benar, ini bukan lagi drama Korea. Ini drama Istana dengan anggaran efek khusus sekelas Hollywood.
Namun, detektif tidak boleh percaya begitu saja kepada pesan WA. Bisa saja informasi itu benar, bisa juga hasil racikan seseorang terlalu banyak minum kopi tanpa gula.
Petunjuk pertama muncul dari Mabes Polri. Kadiv Humas menyatakan masih melakukan pengecekan terkait kabar pemeriksaan sejumlah perwira. Konteks yang disebut justru dugaan pengerahan massa di Yogyakarta. Bukan penyadapan Istana. Nah, mulai menarik!
Kemudian, Selasa, 3 November 2026, pukul 12.46 WIB, Suara.com menerbitkan berita berjudul “Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu ‘Bintang Empat’ Sudah Dilepas”.
Menurut sumber internal anonim, Divisi Propam Mabes Polri mengamankan sejumlah jenderal, termasuk seorang bintang empat berinisial L dan beberapa bintang tiga. Si bintang empat kabarnya sudah dilepaskan. Pemeriksaan disebut bersifat internal dan rahasia untuk memverifikasi persoalan sensitif terkait stabilitas organisasi dan keamanan internal.
Nah, ini dia! Dari WA naik kelas menjadi pemberitaan media. Tetapi jangan buru-buru tepuk tangan. Identitas si L belum dikonfirmasi. Suara.com hanya menyebut figur tersebut sedang mengemban jabatan sipil pemerintahan.
Publik tentu menghubungkannya dengan Listyo Sigit. Apalagi Suyudi Ario Seto baru menggantikannya sebagai Kapolri sekitar sebulan sebelumnya.
Tetapi, cocok inisial bukan berarti sudah ketemu tersangka. Sherlock Holmes pun tidak akan menangkap orang hanya gara-gara namanya dimulai huruf L.
Petunjuk kedua, dugaan penyadapan Istana. Sampai sekarang, belum ada bukti maupun konfirmasi resmi, pemeriksaan tersebut berkaitan dengan penyadapan Prabowo. So, jangan mencampuradukkan rumor dengan fakta. Nanti buburnya bukan lagi bubur ayam, melainkan bubur konspirasi.
Pertanyaannya, mengapa pemeriksaan ini begitu misterius? Siapa saja yang diperiksa? Apa persoalan sensitif yang sedang diverifikasi? Mengapa si bintang empat sudah dilepas?
Yang paling bikin penasaran, apakah pergantian Kapolri dan pemeriksaan sejumlah jenderal memang tidak berkaitan, atau ada persoalan internal yang belum dibuka ke publik?
Kita tunggu jawaban Mabes Polri. Dalam cerita Sherlock Holmes, ketika semua orang menyembunyikan sesuatu, justru di situlah petunjuk paling menarik berada. Jangan-jangan kasusnya bukan tentang siapa yang diamankan, melainkan apa sebenarnya sedang disembunyikan.
Tetapi ingat, itu pertanyaan investigasi, bukan kesimpulan. Kaca pembesar masih bekerja, Watson! Ngerti ora, son?
Foto Ai hanya ilustrasi
Rosadi Jamani








