PARLEMEN JALANAN: GULINGKAN VS KAWAL PRABOWO GIBRAN

Red JPN

Jakarta. Jelajahpenanews. Com – Hak angket Gibran akan kandas di parlemen. Itu kalkulasi saya sejak 13 Oktober lalu. Dan sampa hari ini: 2 November 2026, belum satu pun surat resmi angket masuk pimpinan DPR.

Yang mengkhawatirkan bukan gagalnya angket. Tapi apa yang terjadi setelah gagal. Ketika jalur konstitusional buntu, maka dibuka jalur kedua: Parlemen Jalanan.

Skenarionya disetting begini: setidaknya akan ada 3 kubu yang turun di hari yang sama, jam yang sama, titik yang sama.

Kubu pertama: Makzulkan Gibran Saja. Teriakannya: Prabowo tetap Presiden, tapi Gibran diganti. Prabowo disuruh pilih Wapres pengganti. Ini umpan untuk Puan dan AHY. Mereka berebut bukan kursi Wapres, tapi kursi Presiden cadangan 2030-2031 karena faktor usia biologis Prabowo.

Kubu kedua: Ijazah Gibran Tidak Sah, Maka Pasangan Prabowo Gibran Ilegal. Ini yang paling keras. Logikanya: jika ijazah cacat, maka pasangan cacat, maka Pilpres harus diulang. Targetnya bukan Gibran saja, tapi Prabowo dan Gibran sekaligus. Ini yang akan diblow-up media asing untuk buat vacuum konstitusional. Inilah yang diinginkan Thanos. Negara tanpa nakhoda sah.

Kubu ketiga: Kawal Prabowo Gibran. Kubu pembela yang dikirim untuk bentrok fisik dengan dua kubu di atas.

Tiga kubu kelihatan musuh. Padahal dalam kacamata intelijen, ketiganya dibiayai ATM yang sama. Satu dalang pegang 6 tali. Kenapa harus 3? Karena 2 kubu mudah dibaca sebagai settingan. 3 kubu membuat rakyat bingung, sesama pemakzulan bisa saling serang, lalu gambar Jakarta terbakar dijual ke dunia seperti Paris dan Berlin tahun ini.

Ini pola yang saya tulis sebelumnya pada INDONESIA TARGET RUSUH SELANJUTNYA. Kita pegang dua kunci kematian Thanos: Nikel, CPO, B50 menuju B109 dan ledger warisan Hawala dan Trusty Nusantara. Jika mereka tidak bisa ambil lewat Senayan, mereka akan Perancis-kan Indonesia lewat jalanan.

Tugas kita bukan ikut kubu mana pun. Tugas kita bongkar siapa yang biayai ketiga kubu itu sekaligus. Jangan mau jadi pion. Apalagi menjadi domba yang mudah diadu.

FAZ

JagaIndonesia

Proxy

LondoIreng

Bagikan