PENYERBUAN PONPES PUTRI HAMALATUL WURAN SUKOHARJO: ADA PEMBUSUKAN TERHADAP KAPOLRI SUYUDI?

Red JPN

Sukoharjo, jelajahpenanews. Com – Penyerbuan brutal polisi ke Ponpes Putri Hamalatul Quran Sukoharjo tidak bisa dibaca hanya kesalahan administrasi. Apalagi Kapolda Jateng Roy Hardi Siahaan menyatakan sudah sesuai prosedur.

Sulit menepis dugaan ada pembusukan kepada Kapolri jenderal Suyudi Ario Seto. Kuat diduga ini dilakukan oleh kekuatan lama yang kekuasaan dan pundi² ekonomi bisnisnya terganggu oleh bersih² Suyudi.

Pihak yang gerah dengan gebrakan Jenderal Suyudi tentu paham cara memukul yang efektif. Hancurkan benteng legitimasinya. Benturkan sang Kapolri dengan basis massa Islam. Buat skenario yang memicu kemarahan PBNU, MUI, dan seluruh umat. Narasi yang ingin dibangun sangat jahat: “Katanya hormat pada ulama, tapi anak buahnya menodongkan senjata ke santriwati.”

Bola kini ada di tangan Suyudi. Apakah dia tunduk kepada para pemain lama? Atau dia sungguh² melakukan pembenahan di tubuh Polri secara tuntas. Kalau yang kedua, itu bisa ditunjukkan dengan mencopot Kapolda Jateng dan Kapolres Sukoharjo. Monggo…

Bagikan