BOCOR ! Dokumen rencana GILA IRGC IRAN SERANG FASILITAS MINYAK DI TELUK , SIAP BIKIN HARGA BBM DUNIA NAIK .

Red JPN

TEL AVIV , jelajahpenanews. Com – Laporan eksklusif dari media televisi Israel, Channel 14, mengungkap adanya perpecahan internal yang sangat serius di dalam lingkaran elite kekuasaan Iran terkait strategi menghadapi dinamika politik global. Kelompok garis keras dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dilaporkan mendesak adanya serangan preemptif militer sebelum masa transisi pemerintahan baru di Amerika Serikat. Informasi yang diperoleh jurnalis investigasi Dror Balazada menunjukkan bahwa faksi militer tersebut berargumen bahwa Iran tidak boleh berkompromi terhadap program nuklir mereka maupun pengawasan di Selat Hormuz.

Strategi yang diusulkan oleh kelompok garis keras IRGC ini bertujuan untuk menciptakan guncangan ekonomi global dengan cara menargetkan infrastruktur energi di beberapa negara Teluk, termasuk Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak, serta fasilitas di Israel. Melalui eskalasi ini, mereka menargetkan lonjakan harga minyak dunia hingga mencapai 130 hingga 150 dolar per barel tepat menjelang musim dingin di Eropa. Dengan skenario kekacauan ekonomi tersebut, faksi militer Iran berharap dapat menekan Washington dan sekutu baratnya agar bersedia kembali ke meja perundingan dengan posisi tawar Tehran yang lebih kuat.

Kendati demikian, rencana agresif ini mendapat penolakan dan peringatan keras dari faksi pejabat pemerintahan sipil di Tehran. Para pejabat government memperingatkan bahwa kondisi perekonomian domestik Iran saat ini sudah berada di ambang kebangkrutan total akibat sanksi internasional dan beban konflik finansial. Di tengah perdebatan sengit tersebut, pihak IRGC juga dilaporkan terus memberikan tekanan kepada kelompok milisi proksi mereka, termasuk Houthi di Yaman, untuk mengintensifkan serangan ke target-target strategis sebagai bentuk pembuktian atas investasi militer yang telah digelontorkan oleh Tehran selama bertahun-tahun.

Sumber Berita: Channel 14 Israel

KonflikTimurTengah #InfrastrukturEnergi #GeopolitikIran #HargaMinyakDunia

Bagikan