DARI MITOS DANA KANAL JOKOWI HINGGA BADAN GAMBUT BENTUKAN PRABOWO

Red JPN

Jakarta. Jelajahpenanews. Com – Setiap ada komentar di utas Bu Guru yang bikin penasaran apa iya Pak Prabowo lalai terkait Karhutla ?. Pasti Bu Guru riset dan investigasi detail dan presisi. Ada komentar di TS sebelumnya yang mengklaim Pak Prabowo lalai :

“Banyak berita Bu ,dana kanal gambut di masa Jokowi di stop sama Prabowo .
Itu juga keteledoran . Nggak ada salah nya minta maaf!”

Seperti biasa, riset dong …
Apapun hasil nya akan ditulis. Jika hasil riset Pak Prabowo memang salah …tetap akan ditulis! Kalau ada sahabat yang tag …kalau sempat Bu Guru Up bahasan dan analisanya!

Yuuk kita ulik!

MEMBEDAH FAKTA RESTORASI DENGAN LITERASI SEJUK!

Biar masyarakat tidak mudah terombang-ambing antara hoaks “dana sekat kanal sengaja distop Prabowo” dan klaim “semua aman terkendali”, mari kita cek detail regulasi dari era Presiden Jokowi hingga langkah Presiden Prabowo dengan kacamata yang jernih!

🎪✨Kita Cek Detail Fakta Regulasi: Siapa yang Menyetop?

Banyak warganet menuding bahwa program sekat kanal gambut dihentikan sepihak oleh Presiden Prabowo. Padahal kalau kita telusuri dasar hukumnya, ceritanya berbeda:Masa Tugas BRGM Memang Berakhir Alami (Bukan Disetop Mendadak):

1). Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) awalnya dibentuk Presiden Jokowi lewat Perpres No. 1/2016, lalu diperbarui lewat Perpres No. 120/2020. Dalam Pasal Perpres era Jokowi tersebut, mandat BRGM memang ditetapkan berakhir pada 31 Desember 2024. Jadi, masa tugasnya tuntas karena klausul hukum masa kerja (sunset clause), bukan karena dibubarkan secara sepihak oleh Prabowo.

2). Prabowo Justru Membentuk Lembaga Baru (BPGMN):
Alih-alih meniadakan urusan gambut, Presiden Prabowo mengumpulkan 22 akademisi dan pakar lingkungan di Istana Merdeka. Hasilnya, pemerintah menyepakati pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) yang dinaikkan kastanya: bertanggung jawab langsung di bawah Presiden, bukan lagi setingkat unit eselon/Dirjen kementerian!

3). Sekat Kanal Malah Diminta Ditambah:
Di lapangan, Presiden Prabowo justru menginstruksikan percepatan penambahan sekat kanal dan sumur bor bersama teknologi injeksi air (water injection) untuk membasahi kubah gambut rawan api. Dananya disokong pemulihan keuangan negara dari denda pidana korporasi kehutanan yang menembus belasan triliun rupiah.

??👀♻️ Di Mana Letak Keteledoran Sebenarnya?

Kalau dananya tidak distop, mengapa muncul narasi keteledoran di publik?
Mari kita bedah kritik teknokratisnya secara objektif:
Titik lemahnya ada pada masa jeda transisi (institutional gap). Ketika BRGM purna tugas di akhir 2024, proses peralihan fungsi dan pembentukan badan baru (BPGMN) memakan waktu berbulan-bulan hingga September 2026. Celah birokrasi ini membuat pemeliharaan fisik sekat kanal di tingkat tapak desa sempat terbengkalai tanpa penanggung jawab lapangan yang operasional penuh. Akibatnya, saat kemarau datang, gambut yang kering lebih rentan tersulut api.

Cermin Literasi Buat Netizen: Mari Bijak Membaca Kebijakan Publik💕👀

Pelajaran penting dari dinamika tata kelola gambut ini:

1). Bagi warganet, jangan mudah termakan judul sensasional. Pelajari riwayat regulasinya agar jempol kita tidak ikut menyebarkan disinformasi.

2). Bagi birokrasi, penanganan lingkungan darurat seperti karhutla tidak boleh mengenal kekosongan komando. Pembentukan badan baru jangan hanya gagah di atas kertas surat keputusan, tetapi sekat kanal dan sumur bor di pedalaman harus terus dialiri air!

Yuk, tarik napas dalam-dalam dan istirahat sejenak! Kelestarian lahan basah adalah pertaruhan ekologis kita bersama, bukan sekadar komoditas saling serang kubu politik.

Kawal terus restorasi gambut nusantara sambil menikmati secangkir teh melati dan sepiring getuk lindri.

☕🍠Hmm ..dibilangin ngebela pemerintah?TERSERAH …

CATAT, BU GURU TETAP MENGKRITIK KERAS KELAMBATAN MASA TRANSISI BIROKRASI YANG BIKIN SEKAT KANAL SEMPAT TERBENGKALAI …TERMASUK PENANGANAN KARHUTLA TERKESAN LAMBAT DAN MELEBAR.

Di bagian 2 kita ulik detail serangan berita negatif terkait PEMERINTAH MENOLAK ULURAN TANGAN MALAYSIA DALAM PEMADAMAN KARHUTLA.

Pantun ala Lebah Begantong dulu:

Rindang bertumbuh pohon bakau
Tempat hinggap si burung dara
Gambut basah hati pun ranau
Bahu-membahu menjaga negara

Bu Guru aja lelah membayangkan jadi Pak Prabowo yang diserang terus dengan pemberitaan negatif!
Demi Allah ..Saya Siap riset dan investigasi detail Pak, demi literasi yang benar… BUKAN PEMBENARAN!

Saatnya KITA LAWAN!!

Salam sayang dan senyum edukatif dari sudut meja belajar,Bu Guru🌹

RestorasiGambut #SekatKanal #BPGMN #BRGM #Karhutla #PrabowoSubianto #Jokowi #LiterasiPublik #BuGuruBicara

Bagikan