DIHANTAM RUDAL IRAN ,KAPAL TANKER RAKSASA ” KAVOMALEAS ” TERBAKAR HEBAT DI SELAT HORMUZ

Red JPN

MUSANDAM, jelajahpenanews . Com – Situasi di jalur urat nadi energi dunia semakin membara setelah kapal tanker produk minyak raksasa, Kavomaleas, dilaporkan terbakar hebat dan terombang-ambing di wilayah perairan Selat Hormuz, lepas pantai Oman, pada Minggu malam, 19 Juli 2026. Menurut laporan resmi dari lembaga keamanan maritim internasional UKMTO yang dikutip oleh Reuters, kapal berbendera Malta berkapasitas 75.000-dwt tersebut lumpuh total setelah dihantam proyektil presisi tinggi yang ditembakkan oleh pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Insiden ini terjadi saat kapal yang dikelola oleh perusahaan Yunani Dynacom Tankers Management itu nekat menerobos blokade maritim sepihak Iran, meskipun tengah berada dalam pemantauan taktis dan pengawalan udara militer Amerika Serikat.

Sebelum insiden hantaman terjadi, data pelacakan satelit menunjukkan bahwa Kavomaleas sempat menggunakan taktik going dark dengan mematikan sistem transponder otomatis (AIS) guna mengelabui radar pesisir Iran saat bergerak mendekati Semenanjung Musandam. Namun, manuver tersebut terdeteksi oleh unit pengawas pantai IRGC, yang beberapa jam sebelumnya telah mengeluarkan dekret peringatan darurat bahwa setiap kapal tanker yang mengabaikan jalur aman yang ditentukan Teheran akan langsung dikategorikan sebagai target musuh. Beruntung, seluruh kru kapal dilaporkan berhasil mengevakuasi diri dengan aman menggunakan bantuan kapal tunda (tugboat) sesaat sebelum api melahap sebagian besar kompartemen utama, meninggalkan tangki muatan dalam kondisi terapung tanpa kendali di jalur pelayaran internasional.

Hantaman terhadap Kavomaleas ini menandai kegagalan berulang dari upaya perlindungan armada pengawal Komando Pusat AS (CENTCOM) yang telah meluncurkan gelombang serangan udara balasan selama sembilan malam berturut-turut ke daratan Iran. Publikasi insiden ini langsung memicu kepanikan luar biasa di bursa komoditas global, menyebabkan lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz lumpuh total pada Senin pagi serta mendongkrak harga minyak mentah jenis Brent melesat melewati angka 90 dolar per barel. Dengan kondisi kapal yang masih membara dan belum berhasil dipadamkan, para pelaku industri pelayaran kini mendesak intervensi internasional darurat guna mencegah eskalasi militer yang berisiko memutus total pasokan energi global.

Sumber Berita:
ReutersBloomberg NewsUnited Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO)TradeWinds Maritime

TankerKavomaleas #KrisisSelatHormuz #PerangMinyak2026 #KeteganganTeluk

Bagikan