JAZAN. Jelajahpenanews . COM — Ketegangan di Semenanjung Arab kembali meledak setelah kelompok Houthi dari Yaman meluncurkan serangan rudal balistik dan drone masif yang menghantam kompleks kilancg minyak raksasa Saudi Aramco di Jazan. Serangan udara yang terjadi pada Sabtu dini hari ini memicu kepulan asap hitam pekat serta kobaran api besar yang membubung tinggi di atas wilayah industri kota pelabuhan tersebut. Berdasarkan pantauan data satelit inframerah NASA FIRMS, titik api besar terdeteksi langsung di dalam area inti pengolahan minyak, mengonfirmasi dampak kerusakan dari hantaman proyektil tersebut.
Pihak militer Houthi melalui saluran resminya menegaskan bertanggung jawab penuh dan menyebut operasi maritim ini sebagai realisasi dari doktrin “eskalasi dibalas eskalasi”. Serangan balasan ini diluncurkan hanya berselang beberapa jam setelah jet tempur koalisi Arab Saudi membom fasilitas telekomunikasi dan pangkalan militer Houthi di Hodeidah serta Pulau Kamaran. Akibat insiden ini, sejumlah rute penerbangan komersial menuju Jazan terpaksa dialihkan sementara waktu demi keselamatan navigasi udara.
Serangan terhadap infrastruktur energi vital berkapasitas 400.000 barel per hari ini diprediksi akan kembali mengguncang stabilitas pasar minyak internasional. Hingga saat ini, pihak manajemen Saudi Aramco maupun Kementerian Pertahanan Arab Saudi belum merilis pernyataan resmi mengenai skala kerusakan struktural ataupun jumlah korban luka di lokasi kejadian. Pengamat internasional khawatir aksi saling balas yang agresif ini akan mematikan jalur diplomasi dan memicu perang terbuka skala penuh yang melibatkan jalur logistik Laut Merah.
Sumber Berita : The Maritime Executive








