AS kembali menyerang Iran lanjutan malam ini, Setelah kemarin menyerang bandar Abbas, dan Pulau Sirik.

Red JPN

AS. Jelajahpenanews. COM – Malam ini AS menargetkan Pulau Chabahar dan Pulau Abu Musa. Yang lokasinya juga strategis dengan Selat Hormuz.

Iran akan segera membalas serangan ini dalam waktu dekat, setelah Iran kemarin menyerang 85 titik aset militer AS di kawasan itu.

Trump secara lisan sudah menyampaikan bahwa MOU Swiss sudah berakhir, dan dia tidak mau deal dengan Iran. Sikap ceroboh ini akan jadi tanggung jawab Trump sendiri.

Menganggap MOU Swiss berakhir, berarti memasuki mode perang baru dengan Iran, dan secara otomatis akan mencancel semua perjanjian apapun, termasuk nuklir Iran.

Jika Trump menganggap MOU Swiss berakhir, maka Iran saat ini bisa kembali ke posisi awal, menutup selat Hormuz total, dan bisa menutup Bab Al Mandeb jika serangan AS berlanjut.

Iran juga bisa kembali merudal semua kepentingan AS dan Israel di semua negara teluk, termasuk infrastruktur vital. Dan ini akan segera membuat kondisi global kembali bergolak, termasuk harga energi yang akan segera ikut melonjak.

Semua eskalasi baru ini terjadi karena AS ngotot ingin intervensi di selat Hormuz, dan sikap Iran yang terus bersikeras menguasai Selat Hormuz secara total.

Trump dan Netanyahu tidak bisa menerima realitas bahwa Selat Hormuz dikuasai Iran sepenuhnya dan Iran tidak bisa ditundukkan. Dari sinilah semua eskalasi baru dimulai, Iran menegakkan kedaulatan di selat Hormuz, dan AS menyerang Iran karena tidak bisa menerima kenyataan ini.

Kecerobohan Trump menarik diri dari MOU Swiss menunjukkan stabilitas mental Trump yang tidak sehat, tidak jernih, dan tidak strategis. Kecerobohan menyatakan MOU Swiss berakhir akan segera dibayar AS dengan cost geopolitik dan militer yang merugikan.

Apa yang AS tidak sadar sekarang adalah, bahwa mereka tidak memenangkan perang dengan Iran, mereka kalah saja masih sombong dan tidak terima kenyataan. Kekalahan yang mereka tidak dapat terima dengan akal sehat.

AS dan Israel saat ini berjudi dengan mencoba kembali berperang, Iran saat ini jauh lebih kuat daripada perang 40 hari kemarin, kenyataan yang membuat AS dan Israel frustasi bagaimana mencari titik temu mengakhiri konflik secara permanen.

Saat ini, Komisi pertahanan keamanan di parlemen Iran akan membahas posisi Iran untuk keluar dari NPT Nuklir, dan mengancam akan segera merubah doktrin nuklir Iran saat ini straight to the point menuju senjata nuklir apabila AS dan Israel mencari celah untuk kembali berperang dengan Iran.

Tengku Zulkifli Usman ✓

Bagikan