PNIB : Waspada Anarko dan Gema Pembebasan Domplengi Gerakan Suci Mahasiswa Yang Berjuang Untuk Rakyat dan Bangsa Indonesia
Surabaya, Jelajahpwnanews.com – Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB), AR Waluyo Wasis Nugroho atau yang akrab disapa Gus Wal, menyampaikan dukungannya terhadap gerakan mahasiswa diberbagai daerah yang menyuarakan keresahan masyarakat terkait berbagai persoalan bangsa saat ini.
Menurut Gus Wal, suara mahasiswa merupakan “Gerakan Suci” bagian dari kontrol sosial yang penting dalam kehidupan demokrasi. Aspirasi yang disampaikan mahasiswa mencerminkan kegelisahan, kecemasan, serta kondisi sosial yang dirasakan oleh sebagian masyarakat Indonesia.
“PNIB mendukung gerakan mahasiswa yang menyuarakan kondisi bangsa saat ini. Gerakan mahasiswa adalah bagian dari suara rakyat Indonesia, bentuk kepedulian generasi muda terhadap perjalanan bangsa,” ujar Gus Wal.
Namun, Gus Wal mengingatkan agar gerakan mahasiswa tidak sampai ditunggangi oleh kelompok Anarko yang berhaluan anarkisme dan gema pembebasan yang terafiliasi dengan khilafah terorisme yang memiliki agenda berbeda dan bertentangan dengan nilai dasar bangsa Indonesia, serta tentunya berbeda dengan aspirasi, tuntutanya yang diperjuangkan dan disuarakan oleh Gerakan suci mahasiswa diberbagai daerah.
“Gerakan mahasiswa yang lahir dari keresahan rakyat jangan sampai dibelokkan menjadi agenda untuk mengganti ideologi Pancasila yang merupakan dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia,” tegasnya.
Gus Wal menyoroti keberadaan kelompok yang menurutnya berupaya memanfaatkan momentum gerakan mahasiswa untuk menyisipkan agenda perubahan ideologi negara. Ia menyebut Gema Pembebasan yang diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan gagasan khilafah terorisme sebagai hal yang perlu diwaspadai.
“Jangan sampai ada pihak yang mendomplengi gerakan suci mahasiswa. Anarko yang berhaluan anarkisme dan Gema Pembebasan yang diduga kuat terafiliasi dengan HTI dan membawa narasi khilafah tidak boleh mengkooptasi gerakan mahasiswa yang sejatinya memiliki agenda berbeda,” katanya.
Gus Wal menilai perjuangan mahasiswa yang berangkat dari persoalan kebijakan publik, ekonomi, sosial, politik dan kesejahteraan rakyat harus tetap berada dalam koridor konstitusi serta semangat kebangsaan.
“Agenda mahasiswa adalah memperbaiki bangsa, bukan mengganti fondasi negara. Ini yang harus dijaga bersama agar gerakan mahasiswa yang suci nan murni tidak dimanfaatkan oleh kelompok yang memiliki kepentingan lain,” jelasnya.
Lebih lanjut, Gus Wal mengingatkan agar seluruh elemen bangsa tetap waspada terhadap berbagai bentuk infiltrasi ideologi yang dapat mengganggu persatuan nasional.
“Kelompok yang membawa anarkisme dan paham khilafah terorisme yang bertentangan dengan konsensus kebangsaan harus menjadi perhatian bersama. Jangan sampai gerakan suci mahasiswa yang merupakan aspirasi rakyat justru berubah arah karena dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu,” pungkas Gus Wal.
PNIB menegaskan bahwa menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila, dan persatuan bangsa merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa sebagai kekuatan moral bangsa.








