URUSAN PUPUK NEGERI INI TERNYATA TEMBUS AUSTRALIA, KAPAL BERISI 47.250 TON UREA RESMI BERSANDAR DI BRISBANE

Red JPN

Bontang. Jelajahpenanews. COM – PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatatkan tonggak baru dalam sejarah ekspor pupuk nasional. Kapal Motor Vessel Medi Luna yang membawa 47.250 ton urea resmi bersandar di Pelabuhan Brisbane, Queensland, Australia, pada Senin, 22 Juni 2026. Kapal ini sebelumnya berangkat dari Dermaga BSL milik PT Pupuk Kalimantan Timur di Bontang sejak pertengahan Mei lalu.

Pengiriman ini bukan sekadar transaksi dagang biasa. Ini adalah implementasi nyata dari skema kerja sama antarpemerintah atau Government-to-Government antara Indonesia dan Australia, yang merupakan tindak lanjut langsung dari kesepakatan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese untuk memperkuat ketahanan pangan di kawasan Indo-Pasifik.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, yang hadir langsung menyaksikan kedatangan kapal di Brisbane, menegaskan bahwa pengiriman ini istimewa karena diatur melalui kontrak jangka panjang. Ia menambahkan bahwa hari ini Indonesia membuktikan diri sebagai pemasok yang bisa diandalkan, hadir justru ketika negara mitra membutuhkan kepastian di tengah dunia yang penuh ketidakpastian.

Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu, Siswo Pramono, yang turut menyambut kedatangan kapal tersebut, menyebut kerja sama ini sebagai simbol eratnya kemitraan ketahanan pangan kedua negara. Kebutuhan urea Australia sendiri mencapai sekitar 3,7 juta ton per tahun, dan Indonesia siap mengisi sebagian kebutuhan itu lewat kapasitas produksi yang besar.

Yang menarik, ekspor ini sama sekali tidak mengorbankan kebutuhan petani dalam negeri. Pupuk Indonesia memiliki kapasitas produksi total 14,8 juta ton per tahun, dengan target produksi urea sebesar 7,8 juta ton pada 2026, sementara kebutuhan domestik diperkirakan hanya sekitar 6,3 juta ton. Artinya masih ada ruang besar untuk ekspor tanpa mengganggu pasokan petani Indonesia.

Data per 22 Juni 2026 menunjukkan stok pupuk bersubsidi nasional aman di angka 1,23 juta ton, sementara realisasi penyaluran pupuk bersubsidi ke petani sudah mencapai 4,61 juta ton, melonjak 30 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Pengiriman ke Australia ini hanyalah langkah awal, sebab target total ekspor sepanjang 2026 dipatok mencapai 250.000 ton secara bertahap.

DPU_FYI #PupukIndonesia #EksporUrea #KetahananPangan #IndonesiaAustralia

Bagikan