PRABOWO MERDEKA DARI DATA PALSU: AMARAH PRESIDEN BONGKAR SKANDAL EKSPOR JELAS RUGIKAN RI RP. 15.000 TRILIUN

Red JPN

Jakarta. Jelajahpenanews. COM – Presiden Prabowo Subianto meluapkan kegeramannya terhadap perilaku pengusaha nakal yang melakukan manipulasi dokumen ekspor (under-invoicing). Dalam Penutupan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU 2026 di Madura, Presiden mengungkap bahwa laporan palsu ini telah merampok potensi pendapatan negara hingga Rp. 15.000 triliun.

Dua poin krusial di balik menguapnya kekayaan nasional berdasarkan data PBB (UN Comtrade):

Modus Under-Invoicing: Pengusaha memalsukan volume penjualan ke luar negeri di bawah angka riil. Prabowo mencontohkan, eksportir menjual 1.000 ton namun hanya melaporkan 500 ton demi menghindari kewajiban setoran ke kas negara.

Kebocoran Kumulatif: Selama 34 tahun terakhir, Indonesia telah merugi sebesar 908 miliar dolar AS atau setara Rp15.000 triliun. Hilangnya dana masif ini menjadi alasan utama mengapa anggaran negara selalu defisit dan pembenahan upah guru serta pegawai negeri sipil terus terhambat.

Presiden menegaskan bahwa pelarian modal ke luar negeri secara ilegal inilah yang melemahkan nilai tukar Rupiah. Beliau mengibaratkan kondisi ini seperti tubuh yang terus mengalami pendarahan setiap hari dan menuntut pembenahan total sistem pengawasan perdagangan internasional.

PrabowoSubianto #KerugianNegara #ManipulasiEkspor #KebijakanFiskal #InfoNasional #SumbatKebocoran

Bagikan