Senator - Jakarta. Jelajahpenanews. Com - Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah nyaris menyentuh level Rp17.500 per dolar AS pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap dampaknya bagi ekonomi nasional di tengah tekanan global yang masih berlangsung.Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah bersama Bank Indonesia segera mengambil langkah antisipasi agar pelemahan rupiah tidak berdampak buruk terhadap kondisi fiskal dan daya tahan ekonomi Indonesia.
Menurut Puan, tekanan terhadap mata uang tidak hanya dialami Indonesia, tetapi juga terjadi di berbagai negara Asia. Meski begitu, pemerintah dan BI diminta tetap waspada agar situasi global tidak membuat ekonomi nasional terpuruk.
DPR juga disebut akan membahas Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) dalam rangka penyusunan APBN 2027 untuk mengantisipasi dampak pelemahan rupiah ke depan.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp17.479 per dolar AS atau melemah dibanding penutupan sebelumnya di Rp17.414 per dolar AS_✍🏻❗.(B_R)
Jakarta, Rabu 13 Mei 2026.








